Samarinda, infosatu.co – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Balikpapan melalui Pos SAR Samarinda bersama unsur Tim SAR Gabungan melakukan pencarian selama 3 hari.
Akhirnya berhasil menemukan jasad Muhammad Fajar, remaja 18 tahun asal Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim), yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Karang Mumus, Kecamatan Sungai Pinang.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tiga hari pencarian intensif.
Pencarian dilakukan sejak laporan diterima pada Rabu, 22 Oktober 2025.
Upaya pencarian dilakukan tanpa henti dengan melibatkan berbagai unsur gabungan.
Korban akhirnya ditemukan pada Sabtu pagi, 25 Oktober 2025, sekitar pukul 10.20 WITA. Lokasi penemuan berada di koordinat 0°28’11″S – 117°09’46″E, atau berjarak sekitar 0,62 kilometer dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.
Setelah berhasil dievakuasi, jasad Fajar langsung dibawa ke RSUD A.W. Sjahranie Samarinda untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Operasi pencarian yang berlangsung selama tiga hari tersebut dilakukan dengan mengerahkan berbagai sumber daya dari unsur SAR gabungan, termasuk personel dan peralatan air.
Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, menjelaskan bahwa sejak pagi hari tim sudah melakukan persiapan dengan apel dan pembagian tugas pencarian.
“Tim SAR gabungan berupaya maksimal sejak laporan diterima hingga akhirnya korban berhasil ditemukan dalam radius pencarian yang telah direncanakan. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup dan dilanjutkan dengan kesiapsiagaan rutin,” ujar Mardi.
Upaya pencarian melibatkan berbagai unsur, antara lain Tim Rescue Pos SAR Samarinda, Satpolairud Polresta Samarinda, Koramil Kota Samarinda, Polsek KP3 Pelabuhan Samarinda, BPBD Kota Samarinda, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda, serta para relawan dan keluarga korban.
Sinergi antarinstansi itu menjadi faktor utama keberhasilan pencarian di tengah medan yang cukup sulit.
Dalam operasi tersebut, tim menggunakan sejumlah peralatan pendukung seperti rescue car, perahu karet milik Basarnas dan BPBD, perlengkapan selam, alat komunikasi, hingga peralatan medis.
Arus sungai yang cukup deras sempat menjadi kendala di lapangan, namun koordinasi dan kerja sama antaranggota tim membuat pencarian tetap berjalan efektif.
Dengan ditemukannya korban, Basarnas menyatakan operasi SAR resmi ditutup pada hari yang sama.
Tim kemudian kembali ke pos masing-masing untuk melanjutkan tugas kesiapsiagaan rutin menghadapi potensi kejadian serupa di wilayah Samarinda dan sekitarnya.
