Samarinda, infosatu.co – Keberhasilan SMA Negeri 16 Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) dalam meraih berbagai prestasi, dinilai sebagai wujud nyata dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Pengawas Pendamping Pembina SMAN 16 Samarinda, Rinda, menyebut capaian tersebut mencerminkan kuatnya peran kepala sekolah dan guru dalam mendampingi siswa mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik.
“Saya mengapresiasi atas peraihan prestasi di sekolah ini. Harapannya ini membawa dampak baik buat sekolah,” katanya.
“Di era digitalisasi ini, kita berpikir tentang bagaimana mengembangkan prestasi anak-anak dan kreativitasnya, bukan hanya digital, tapi melalui kegiatan-kegiatan nyata,” ungkapnya, Senin, 12 Januari 2026.
Menurut Rinda, keterlibatan siswa dalam berbagai lomba merupakan bagian dari pembelajaran langsung yang membawa mereka pada pengalaman kehidupan nyata.
Dari kegiatan tersebut, anak-anak belajar membangun jiwa kompetisi yang sportif, sementara prestasi yang diraih merupakan bonus dari kerja keras dan proses panjang yang telah dilalui.
Ia juga menyinggung dukungan yang telah berjalan di lingkungan sekolah. Menurutnya, peran seluruh unsur sekolah sangat penting.
“Yang pasti yang luar biasa itu adalah tim yang ada di sekolah, dimulai dari bapak kepala sekolah, kemudian bapak ibu guru dan guru pembina. Di dalam satu sekolah itu akan berjalan dengan baik ketika sistem yang terjalin di dalam sudah baik,” ujarnya.
Rinda menegaskan, kepala sekolah memberikan ruang bagi siswa untuk tumbuh dan berkembang, termasuk memfasilitasi guru dalam membina dan mendampingi siswa sesuai minat dan bakat mereka.
Baik di bidang olahraga, seperti futsal, maupun kegiatan lainnya, pendampingan guru dilakukan dengan dukungan penuh dari pihak sekolah.
Rinda menilai, anak-anak saat ini memiliki akses informasi yang sangat luas, bahkan sering kali lebih cepat daripada guru.
Namun demikian, pendampingan dari guru tetap menjadi hal utama yang harus terus diperkuat.
“Ketika anak-anak di sini sudah memperoleh prestasi, artinya pendampingan yang luar biasa dari pihak sekolah itu sudah terjalan dengan baik,” katanya.
Rinda menjelaskan, peran guru tidak hanya sebatas mengarahkan, tetapi juga membangun disiplin, termasuk dalam latihan dan proses persiapan lomba.
Hal tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan ekstrakurikuler agar berjalan optimal, baik untuk prestasi akademik maupun nonakademik.
SMAN16 Samarinda, lanjut Rinda, juga memberikan berbagai bentuk apresiasi kepada siswa-siswinya.
Mulai dari penghargaan bagi peraih nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) tertinggi, hingga prestasi-prestasi lainnya.
Apresiasi tersebut diberikan dalam bentuk sertifikat bagi peraih nilai tertinggi peringkat satu hingga tiga.
“Nah itu kan luar biasa ya. Inisiatif-inisiatif yang akan meningkatkan motivasi peserta didik untuk belajar lebih giat lagi,” ungkapnya.
Selain itu, terdapat pula pemberian penghargaan berupa hadiah yang diberikan oleh guru-guru pengampu mata pelajaran kepada siswa dengan raihan nilai sekolah tertinggi.
Menurut Rinda, apresiasi ini tidak hanya memotivasi siswa, tetapi juga menjadi pemicu semangat bagi guru untuk terus berkarya dan meningkatkan kompetensi diri.
“Kalau berbicara TKA ini soalnya adalah soal yang bernalar kritis. Jadi soal bagaimana anak-anak bisa menjadi problem solving,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemampuan problem solving akan membentuk siswa menjadi pribadi yang mampu bernalar kritis, mengambil keputusan, serta menentukan strategi saat menghadapi permasalahan dalam berbagai situasi kehidupan.
Lebih lanjut, Rinda juga menyebutkan bahwa SMAN 16 Samarinda memiliki banyak prestasi lainnya, baik akademik maupun nonakademik.
Diungkapkan deretan prestasi akademik dan non akademik sepanjang 2025-2026 yang diraih.
Antara lain pada tingkat kota, siswa SMAN 16 Samarinda mencatat sejumlah prestasi membanggakan.
Di antaranya juara II Olimpiade Kimia, juara I dan III Ramayana Fair Dance Competition, juara II HUT SMADA Competition, juara harapan lomba modern dance, juara harapan lomba kreatif dan juara Harapan III Lomba Makeup DPC Harpi Melati Samarinda
Di tingkat provinsi, prestasi diraih melalui berbagai cabang olahraga. Siswa SMAN 16 Samarinda berhasil meraih juara I, II, dan III cabang taekwondo pada Popda Kaltim 2025.
Selain itu, diraih pula juara I pencak silat, juara II karate, juara II sepak bola, juara II dan III cabang bulutangkis, juara Madya II LBB Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Provinsi Kaltim 2025, serta juara III pada ajang Piala Gubernur Kalimantan Timur 2025.
Sementara di tingkat nasional, siswa SMAN 16 Samarinda meraih juara II Kejuaraan Panahan POPNAS 2025. Prestasi lainnya juga ditorehkan melalui cabang bulutangkis dengan perolehan juara III pada sejumlah kejuaraan nasional.
Melihat banyaknya raihan prestasi yang didapatkan, Rinda sangat mengapresiasi dan turut bangga.
”Namun kita tidak bisa berbangga dan berhenti cukup di sini, harapannya terus berbenah,” tegasnya.
Ia berharap SMAN 16 Samarinda dapat terus menjadi sekolah terdepan, tidak hanya di Kota Samarinda.
Tetapi juga di Kalimantan Timur, dengan terus mempertahankan dan meningkatkan raihan prestasi akademik maupun nonakademik.
