infosatu.co
DISKOMINFO KALTIM

Portal Dipasang Lebih Awal, Kendaraan Besar Dilarang Melintas Jembatan Mahulu

Teks: Pemasangan Portal Pembatasan Kendaraan Bermuatan Besar di Jembatan Mahulu.

Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menutup secara terbatas (pembatasan) kendaraan bertonase besar di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) dengan alasan keselamatan.

Pemasangan portal dilakukan lebih awal dari jadwal awal yang direncanakan pukul 12.00 WITA, atas pertimbangan teknis dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (DPUPR-Pera) Kalimantan Timur.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Trantibum) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kaltim, Edwin Noviansyah Rachim menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil DPUPR-Pera karena kondisi jembatan dinilai sudah tidak dapat ditoleransi untuk dilalui kendaraan bermuatan berat.

“Ini dalam artian pembatasan untuk truk-truk bertonase besar. Dari pihak teknis, dalam hal ini Dinas PUPR, mempertimbangkan faktor keselamatan sehingga jembatan ini harus segera dibatasi muatannya,” ujarnya, Kamis, 29 Januari 2026.

Ia mengakui sebelumnya penutupan dijadwalkan dilakukan pada siang hari, namun akhirnya dimajukan karena tingkat urgensi yang tinggi.

“Keselamatan menjadi pertimbangan utama. Daripada nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pemerintah wajib menjaga aset dan keselamatan masyarakat,” katanya.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah menyiapkan rekayasa lalu lintas. Kendaraan dari arah Samarinda menuju Samarinda Seberang maupun sebaliknya diarahkan ke titik kumpul di kawasan pergudangan.

Sementara itu, operasional kendaraan dijadwalkan pada pukul 22.00 hingga 05.00 WITA yang dialihkan melalui Jembatan Mahakam IV, sedangkan kendaraan kecil diarahkan melintasi Jembatan Mahakam I.

“Pengaturan ini sudah mendapat izin dari Kementerian PU melalui BPJN,” jelas Edwin.

Edwin menambahkan bahwa pembatasan tersebut akan diberlakukan hingga seluruh tahapan uji kelayakan jembatan rampung, mulai dari uji struktur, uji beban, uji dinamis, hingga uji resonansi oleh Dinas PUPR.

“Sebagian uji sudah dilakukan, sebagian belum. Tapi karena ini sangat urgent, penutupan harus dilakukan terlebih dahulu,” tegasnya.

Menanggapi keluhan sopir truk yang menyebut pemberitahuan dilakukan mendadak, Edwin membenarkan adanya perubahan jadwal, namun menekankan bahwa keputusan tersebut murni atas pertimbangan keselamatan.

“Masyarakat diharapkan bisa memahami. Jangan sampai nanti terjadi sesuatu, lalu pemerintah yang disalahkan,” katanya.

Ke depan, pos penjagaan akan disiapkan secara terpadu melibatkan Dinas PUPR-Pera, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota (Satlantas Polresta) Samarinda.

Di sisi lain, Kepala Bidang Marga Dinas PUPR-Pera Kaltim, Muhran menjelaskan bahwa keputusan pembatasan juga dipicu oleh insiden tabrakan terhadap jembatan yang sudah terjadi sebanyak tiga kali.

“Dari tabrakan ketiga ini kami tidak berani mengambil risiko. Kendaraan roda empat ke bawah saja yang diizinkan melintas karena kondisi jembatan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sebelumnya telah dilakukan uji dinamis dan non-destructive test (NDT), namun akibat insiden terbaru, pengujian akan kembali dilakukan oleh tim independen.

“Mudah-mudahan bisa Sabtu ini. Kami masih menunggu konfirmasi tim uji,” katanya.

Muhran menjelaskan bahwa portal akan tetap terpasang hingga hasil pengujian keluar. Jika hasilnya dinyatakan aman secara struktur, jembatan akan kembali dibuka.

Ia menegaskan bahwa seluruh hasil pengujian dan rekomendasi lanjutan akan disampaikan secara terbuka kepada publik yang direncanakan pada hari Sabtu mendatang.

“Ini aset vital dan sangat penting bagi perekonomian Kota Samarinda. Harapan kami, jangan sampai tertabrak lagi,” tutupnya.

Related posts

Portal Jembatan Mahulu Dibuka, DPUPR Imbau Pengguna Berhati-hati

Dhita Apriliani

Buka Ruang Sinergi, Pemprov Pastikan Harmoni Pembangunan dan Adat

Dhita Apriliani

Rekayasa Lalu Lintas Jembatan IV, Dishub Kaltim Terapkan Buka-Tutup 15 Menit

Firda

Leave a Comment

You cannot copy content of this page