infosatu.co
TOKOH

Peran Media di Kaltim, Wartawan Narasi.co Tekankan Pentingnya Independensi dan Verifikasi

Teks: Adi Rizki Ramadhan Wartawan Narasi.co

Samarinda, Infosatu.co — Wartawan Narasi.co Adi Rizki Ramadhan menilai peran media di Kalimantan Timur (Kaltim) semakin strategis terutama setelah wilayah ini ditetapkan sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurutnya media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah.

Adi menjelaskan, di daerah seperti Samarinda media kerap menjadi satu-satunya saluran aspirasi warga.

Berbagai persoalan mulai dari infrastruktur layanan publik hingga isu lingkungan sering kali disampaikan masyarakat melalui media agar mendapat perhatian lebih luas.

“Banyak suara dari bawah yang tidak tersampaikan secara langsung ke pemerintah. Media hadir untuk menyuarakan itu,” ujarnya, Rabu 28 Januari 2026.

Ia mencontohkan kasus seorang mahasiswi di Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yang mengalami dilema terkait program Gratispol pendidikan.

Persoalan tersebut akhirnya disampaikan ke media, menjadi sorotan publik, hingga mendapat respons dari Pemerintah Provinsi Kaltim dan berujung pada proses penyelesaian.

Menurut Adi, hal tersebut menunjukkan bahwa media di Kaltim tidak hanya membahas isu besar pemerintahan atau politik tetapi juga menyentuh persoalan mendasar yang berkaitan langsung dengan nasib masyarakat.

Terkait tantangan di bawah naungan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Adi menyebut persaingan media di Kaltim sangat ketat.

Ia mencatat hingga 2025 terdapat ratusan media yang beroperasi di daerah ini, sehingga kualitas, integritas, dan profesionalisme menjadi tuntutan utama.

“Tantangannya adalah bagaimana tetap cepat menyajikan informasi, tetapi tidak mengorbankan akurasi dan tanggung jawab,” jelasnya.

Dari pengalaman di lapangan, Adi menekankan pentingnya pendalaman isu dan kemampuan verifikasi bagi wartawan daerah.

Menurutnya wartawan tidak cukup hanya mengandalkan rilis atau pernyataan satu pihak tetapi harus kuat dalam riset, penulisan yang jernih, serta menjunjung tinggi etika jurnalistik dan independensi.

“Wartawan hebat tidak hanya dinilai dari aspek cepat dan viral, tapi yang tulisannya bisa dipercaya dan dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Ia juga mengakui tantangan di lapangan kerap datang dari tekanan kepentingan, situasi politik, hingga narasumber yang sulit diakses.

Namun hal tersebut justru menjadi proses pembelajaran dalam membentuk kepekaan dan sudut pandang yang lebih luas sebagai jurnalis.

Adi menegaskan komitmennya untuk terus berkarier sebagai wartawan. Baginya jurnalisme bukan sekadar profesi melainkan bentuk pengabdian untuk menjaga demokrasi dan mengawal kebijakan publik.

“Selama masih bisa menulis dengan jujur dan bermanfaat, saya akan tetap menjadi wartawan,” katanya.

Ia berharap JMSI dapat terus menjadi rumah yang sehat bagi media siber, menjaga marwah pers serta memperkuat kapasitas wartawan daerah.

Menurutnya JMSI Kaltim telah menunjukkan langkah progresif melalui berbagai kegiatan pengembangan, termasuk pelatihan dan peningkatan sertifikasi wartawan.

Sementara untuk dirinya pribadi, Adi berharap dapat terus belajar menjaga idealisme dan meningkatkan kualitas tulisan agar dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat dan dunia jurnalistik.

Related posts

Menjaga Kebenaran di Era Viral, Catatan Wartawan MSI Group dari Jakarta

Andika

Dari Sastra ke Media Sosial, Cerita Dinda Maya Sari Menjalani Proses dan Adaptasi

Andika

Pentingnya Istikamah dan Etika, Pimred Insitekaltim Nilai Wartawan MSI Kian Bertalenta

Andika

Leave a Comment

You cannot copy content of this page