Samarinda, infosatu.co – Pengurus Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Samarinda Komisariat Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) periode 2021-2022 resmi dilantik.

Kegiatan pelantikan digelar di Aula Kantor Wilayah Kemenkumham Kaltimtara Jalan MT Haryono, Jumat (8/10/2021) malam.
Ketua GMKI Komisariat Untag Samarinda Gamalia Fabio Masuka Pradana berharap agar para pengurus yang baru saja dilantik dapat berkomitmen dan menjalankan tugasnya dengan baik.
“Selain itu, saya juga berterima kasih kepada para senior di Untag yang telah membimbing kami semua. Sehingga kami saat ini bisa dilantik sebagai kepengurusan selanjutnya,” ungkapnya.
Ia juga berpesan kepada semua pengurus agar bisa menjadi seorang pelayan. Sebab, sejatinya organisasi ini dibentuk bertujuan untuk melayani.
“GMKI merupakan organisasi pelayanan, makanya saya tanamkan lebih awal hal itu. Sejatinya organisasi pelayanan tidak akan berpelayanan jika di dalamnya tidak ada orang-orang yang memiliki niat tulus dan ikhlas untuk melayani, tanamkan niat tersebut pada diri kita,” ucapnya.

Sementara itu, Senior GMKI Cabang Samarinda Paulinus Dugis yang sebelumnya memberikan sedikit pencerahan terkait hukum kepada para pengurus mengatakan bahwa dirinya ingin kepengurusan mendapatkan manfaat sebelum dilantik.
“Kita ingin bagaimana para pemuda ataupun mahasiswa bisa peka terhadap hukum di Indonesia. Tujuannya supaya mereka tahu hukum mengikat yang berlaku bagi para pemuda,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini, ia juga memberikan apresiasi pada Kakanwil Kemenkumham Kaltimtara karena sudah memberikan ruang dan tempat serta sharing terkait ilmu hukum.
“Kita sebagai mahasiswa bahkan masyarakat memang bebas, tapi bukan berarti bebas-sebebasnya karena ada ruang gerak yang dibatasi hukum. Artinya, sharing yang ada hari ini memberikan manfaat luar biasa,” terangnya.
Lius sapaan akrab Paulinus Dugis, berpesan kepada pengurus agar terus mengadakan kegiatan silaturahmi dengan para senior.
“Saya harap dapat bersilaturahmi bersama senior, cabang hingga komisariat berjalan. Saya sebagai salah satu senior di GMKI ingin hal tersebut benar-benar digiatkan lagi,” paparnya.
Menurutnya, GMKI merupakan pelayan. Itu artinya lanjut Lius, pelayanan berarti harus melayani sebagai hamba, bukan bos dan lain sebagainya.
“Artinya pelayan-pelayan ini harus dikembangkan baik di perguruan tinggi, gereja dan masyarakat,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Ketua Cabang GMKI Samarinda Zet Sulle mengatakan bahwa komisariat tempat untuk berproses, berpelayanan dan membina.
“Saya berharap ke depannya, hal yang paling penting dilakukan adalah pelayanan dan pembinaan. Artinya komisariat harus memfokuskan pada pembinaan, karena pembinaan itu adalah bagian dari membentuk kader,” ujarnya.
Pembentukan kader ini berdampak membangun karakter dan menciptakan militansi seseorang. Mereka yang sudah terbentuk militansinya diharapkan setia hingga akhir di tingkat cabang nanti.
“Komisariat ini dimulai pembentukan karakternya sehingga dia boleh setia pada organisasi. Jangan sampai setelah diperkenalkan GMKI namun 3 bulan kemudian malah hilang, jangan sampai begitu. Kita harap setelah masuk GMKI, ada pembinaan yang membuat kader tetap ada. Itu pesan untuk pengurus agar lebih ditekankan lagi kaderisasinya,” katanya.
Zet sapaan akrab Zet Sulle, yakin pengurus yang baru dilantik ini punya potensi untuk mengembangkan lagi organisasi GMKI ditingkat komisariat.
“Kepengurusan yang sebelumnya baik, namun saya harap kepengurusan yang baru dilantik ini lebih baik lagi,” harapnya.
Adapun nama-nama pengurus yang dilantik seperti Gamalia Fabio Masuka Pradana sebagai ketua, Boyke Kiko Romas sebagai sekretaris dan Frisca Kharmenita yang merupakan bendahara. (editor: irfan)
