infosatu.co
PENDIDIKAN

Pengukuhan 2 Guru Besar Polnes, Senat Telah Pastikan Kualitas dan Kelayakan

Teks: Sekretaris Senat Politeknik Negeri Samarinda, Kusyanto.

Samarinda, infosatu.co – Kusyanto, Sekretaris Senat Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) resmi menggelar Rapat Terbuka Senat dalam rangka pengukuhan dua guru besar Polnes.

Ia menyampaikan bahwa Senat Akademik telah memastikan kualitas dan kelayakan calon guru besar melalui mekanisme penilaian yang berpedoman pada regulasi yang berlaku.

Teks: Rapat Terbuka Senat “Pengukuhan Guru Besar” Polnes.

Penilaian dilakukan terhadap capaian dosen pada tiga aspek utama, yakni penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengajaran, termasuk melalui presentasi kelayakan di hadapan rapat senat terbuka.

Dua profesor yang dikukuhkan adalah La Ode Hasiara, Guru Besar Bidang Akuntansi dan Surahman, Guru Besar Bidang Manajemen Pemasaran.

Kusyanto menyatakan bahwa pengukuhan guru besar merupakan bentuk pengakuan institusional dan akademik bahwa dosen yang bersangkutan sah menyandang jabatan profesor.

Pengukuhan ini menjadi pengesahan secara nyata setelah sebelumnya ditetapkan secara administratif melalui Surat Keputusan (SK).

“Pengukuhan ini adalah pengakuan secara akademik dan institusi. Secara de jure sudah melalui SK, dan secara de facto ditegaskan lewat pengukuhan ini,” ujarnya di Gedung Auditorium Polnes, Selasa 23 Desember 2023

Senat Akademik menilai jabatan guru besar merupakan puncak jabatan akademik seorang dosen, namun bukan akhir dari kiprah pengabdian. Jabatan profesor justru menjadi awal untuk memberikan kontribusi yang lebih besar, khususnya dalam tridarma perguruan tinggi.

“Guru besar itu puncak jabatan akademik, tetapi bukan puncak karier. Ini menjadi awalan agar yang bersangkutan bisa berkontribusi lebih besar sesuai kepakarannya,” jelasnya.

Saat ini, Polnes telah memiliki tiga profesor. Keberadaan guru besar tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi dosen lain untuk terus meningkatkan kompetensi dan prestasi akademik.

“Dengan sudah adanya tiga profesor, ini diharapkan bisa memotivasi seluruh dosen untuk meningkatkan kemampuan di bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian,” ujarnya.

Disisi lain, Kusyanto juga menyampaikan bahwa salah satu guru besar, Surahman tidak dapat hadir secara luring dalam prosesi pengukuhan disebabkan agenda keluarga yang telah terjadwal sebelumnya di luar negeri.

“SK penetapan profesor itu keluarnya selisih tiga hari sebelum beliau berangkat ke Australia. Karena keterbatasan waktu dan jadwal penerbangan yang padat, akhirnya pengukuhan dilakukan secara daring sesuai prosedur yang berlaku,” katanya.

Sejauh ini, Polnes juga telah menyiapkan sejumlah calon guru besar lainnya yang saat ini tengah menjalani proses asesmen dan penyempurnaan administrasi. Beberapa di antaranya ditargetkan dapat dikukuhkan pada tahun mendatang setelah seluruh persyaratan terpenuhi.

Related posts

Dewan Pendidikan Kaltim Usul Dana Abadi Pendidikan Lewat CSR

Firda

Prestasi Beruntun SMAN 16 Samarinda Perkuat Posisi sebagai Sekolah Terdepan

Firda

Penghargaan TKA SMAN 16 Samarinda Tuai Apresiasi Dewan Pendidikan Kaltim

Firda

Leave a Comment

You cannot copy content of this page