Samarinda, infosatu.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan Pameran Kebudayaan Bilah Nusantara yang diselenggarakan oleh Pandji Keroan Koetai Bersatoe (PKKB).
Kegiatan yang melibatkan berbagai komunitas dari dalam dan luar daerah ini, dinilai mampu memperkuat ruang-ruang kebudayaan sekaligus mempromosikan potensi lokal, khususnya Museum Samarinda.
Asisten II Wali Kota Samarinda, Marnabas, menyebut kegiatan ini penting untuk menumbuhkan balai-balai budaya yang berfungsi sebagai wadah edukasi, pelestarian, dan pertemuan antarbudaya.
Ia menilai keterlibatan peserta dari daerah lain seperti Kutai Barat, Jakarta, dan sejumlah wilayah nusantara menunjukkan bahwa budaya Samarinda memiliki daya tarik tersendiri.
“Ini adalah satu upaya yang patut diapresiasi, karena teman-teman PKKB telah berperan menumbuhkan balai-balai budaya. Dengan melibatkan nusantara, kegiatan ini secara tidak langsung ikut mempromosikan Museum Samarinda,” ujarnya.
Museum Samarinda, menurutnya, kini mulai menunjukkan perkembangan signifikan dalam hal kunjungan. Dalam satu bulan, jumlah pengunjung dapat mencapai 1.000 hingga 2.000 orang, didominasi oleh siswa TK dan sekolah dasar.
Pemerintah kota saat ini juga tengah menyiapkan rencana pengembangan museum melalui penambahan fasilitas dan peningkatan layanan.
Namun demikian, beberapa proses masih menunggu kondisi fiskal daerah yang dipengaruhi oleh penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD).
“Rencana pengembangan sudah disiapkan, hanya saja tertunda karena ada pengurangan TKD. Bukan dibatalkan, tetapi menunggu situasi positif,” jelasnya.
Di sisi lain, Pemkot Samarinda menegaskan komitmennya untuk mendukung pelestarian budaya melalui penyediaan infrastruktur dan tenaga pengelola.
Menurutnya, museum tidak cukup hanya menyediakan ruang pamer, tetapi juga harus mampu berimprovisasi agar menjadi destinasi yang menarik bagi warga.
Dari segi koleksi, kehadiran mandau dari berbagai daerah dinilai dapat menambah daya tarik museum.
Oleh karena itu, pemerintah mengajak masyarakat turut berperan dengan menyumbangkan benda-benda budaya yang memiliki nilai sejarah.
“Barang-barang antik khas Samarinda bisa disumbangkan ke museum. Itu juga menjadi amal jariah, karena manfaat pendidikan yang diperoleh generasi muda akan mengalir kepada pemberinya,” tambahnya.
Selain itu, Pemkot menekankan pentingnya mendorong generasi muda mencintai budaya lokal.
Langkah tersebut dimulai dengan mengenalkan sejarah, instrumen kebudayaan, dan peran nenek moyang dalam membangun peradaban Samarinda.
Setelah pengetahuan dasar tersebut, generasi muda diharapkan terlibat dalam berbagai kegiatan budaya hingga akhirnya menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai seperti gotong royong, saling menghargai, sopan santun, dan kepedulian sosial menjadi bagian penting yang ingin terus diwariskan.
Dalam segi pameran, Pemkot berharap kegiatan yang diinisiasi komunitas maupun lembaga budaya dapat terus berjalan secara konsisten.
Sehingga museum dan ruang-ruang kebudayaan lainnya semakin aktif dan relevan bagi masyarakat.
Pemkot juga menilai peran media dalam memperluas jangkauan informasi, sangat penting agar semakin banyak warga mengetahui aktivitas kebudayaan dan berpartisipasi dalam pelestarian budaya Samarinda.
