Samarinda,infosatu.co – Wali Kota Andi Harun membeberkan bahwa Samarinda akan segera membangun tempat pembuangan akhir (TPA) sampah baru. Ia memutuskan akan menutup dan memindahkan TPA Sampah Bukit Pinang.
Pemkot Samarinda akan berupaya bekerja sama dengan investor swasta karena rencana ini memerlukan anggaran yang tidak sedikit.
“Kita butuh armada roda tiga untuk alat transportasi angkutan sampah dari lingkungan RT ke TPA, penambahan armada mobil untuk angkutan dari TPS ke TPA dan tak kalah pentingnya kebutuhan akan industri pengolahan sampah yang berkelanjutan (sustainable process),” ungkapnya di Balaikota beberapa waktu lalu.
Menurutnya, TPA Sampah Bukit Pinang tidak bisa dipertahankan lagi, sebab berada di tengah pemukiman warga. Pemerintah tidak mungkin terus-menerus menggantungkan dan berharap banyak pada TPA Sampah Bukit Pinang.
“Intinya saya percepat keputusan bahwa TPA Sampah Bukit Pinang kita akan pindahkan,” tegasnya.
Ditanya proses pemindahan TPA sudah sejauh mana, ia membeberkan jika saat ini pemerintah sedang melakukan pembahasan untuk memilih beberapa opsi lokasi lahan.
“Kita sedang memilih opsi, apakah tetap di utara, daerah Sambutan atau mungkin Palaran. Kita juga hitung dari sisi teknis, baik menyangkut pergerakan dan efektifitas mobilitas, persoalan biaya serta daya jangkau personel. Terakhir, soal teknologi pengolahan sampah ke depannya juga harus dipastikan berjalan,” urainya.
Mantan legislator Karang Paci ini belum bisa membocorkan lokasi TPA yang nantinya akan dibangun, tapi secepatnya pemerintah akan memilih satu opsi di antara beberapa pilihan yang sedang dibahas.
Ia juga belum bisa membeberkan bocoran anggaran pemindahan TPA ini, karena harus memilih lahan strategis, sehingga penyusunan rencana anggaran biaya (RAB) masih harus mengikuti lahan mana yang dipilih.
“Jadi lahan dulu yang harus kita pilih dan hitung, nantinya bagian yang menghitung anggaran akan bekerja,” katanya.
Terkait lahan TPA Sampah Bukit Pinang akan difungsikan sebagai apa, Andi Harun menerangkan bahwa ia akan melakukan recovery terlebih dahulu.
“Pastinya di sana masih banyak bekas tumpukan sampah, sampai hari ini kita akan melakukan sterilisasi di daerah tersebut. Setiap turun hujan, TPA mengirimkan air yang kurang sehat dan berbau ke daerah-daerah di bawahnya sehingga itu harus direcovery dulu,” tutupnya. (editor: irfan)
