Bontang, infosatu.co – Pemerintah Kota Bontang mulai menyusun arah pembangunan untuk tahun 2027. Salah satu target yang dipasang adalah mendorong pertumbuhan ekonomi daerah agar bisa bergerak di kisaran 3,25 hingga 4,63 persen.
Target itu disampaikan Wali Kota Neni Moerniaeni saat membuka Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bontang 2027, Selasa, 7 April 2026.
Forum tersebut menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk mematangkan arah kebijakan pembangunan tahun depan, termasuk memetakan kondisi ekonomi terbaru.
Neni menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir perekonomian Bontang sempat menghadapi tekanan. Pada 2024 misalnya, pertumbuhan ekonomi daerah sempat mengalami kontraksi.
Namun kondisi itu perlahan mulai membaik pada tahun berikutnya.
“Laju pertumbuhan ekonomi Kota Bontang pada 2025 mencapai 3,21 persen setelah pada 2024 mengalami kontraksi di angka minus 2,51 persen,” katanya.
“Hal ini mencerminkan daya tahan ekonomi daerah yang semakin menguat di tengah berbagai tekanan ekonomi global dan kebijakan fiskal nasional,” ujarnya.
Perbaikan tersebut, menurut Neni, menjadi sinyal positif bahwa fondasi ekonomi daerah mulai kembali stabil. Karena itu pemerintah mencoba mendorong target yang sedikit lebih optimistis untuk tahun 2027.
“Tahun 2027 saya berharap laju pertumbuhan ekonomi Kota Bontang dapat tumbuh pada kisaran 3,25 sampai dengan 4,63 persen,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga memantau perkembangan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satunya angka kemiskinan yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren penurunan.
Data pemerintah kota menunjukkan tingkat kemiskinan Bontang pada 2024 berada di angka 3,74 persen. Setahun kemudian turun menjadi 3,21 persen.
“Tren ini tentu harus kita jaga. Tahun 2027 kita berharap tingkat kemiskinan dapat ditekan hingga berada pada kisaran 3,15 sampai 2,88 persen,” jelasnya.
Persoalan ketenagakerjaan juga menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan tersebut. Tingkat pengangguran terbuka di Bontang pada 2025 tercatat sebesar 6,36 persen, turun dari 7,06 persen pada 2024.
Meski demikian, pemerintah daerah menilai angka tersebut masih perlu ditekan melalui berbagai kebijakan yang lebih terarah.
“Kita akan terus memperkuat kebijakan ketenagakerjaan, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga kerja hingga memperluas kerja sama dengan perusahaan untuk pelatihan dan penempatan kerja,” ujar Neni.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang ingin dicapai tidak sekadar mengejar angka statistik. Pemerintah daerah ingin memastikan pertumbuhan tersebut juga dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Saya berharap Kota Bontang dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif yang menciptakan akses, kesempatan, dan manfaat ekonomi yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan guna mengurangi kemiskinan dan ketimpangan,” tuturnya.
Seluruh arah kebijakan tersebut nantinya akan dirumuskan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Bontang 2027, yang menjadi dasar penyusunan program dan kegiatan pembangunan daerah pada tahun anggaran mendatang. (Adv)
