infosatu.co
Disdik Bontang

Pemkot Bontang Siapkan Rp29 Miliar untuk Program Kartu Bontang Pintar

Teks: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Kaltim, Abdu Safa Muha.

Bontang, infosatu.co – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) tengah mematangkan peluncuran Program Kartu Bontang Pintar (KBP) yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026 mendatang.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkot Bontang untuk meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan bagi seluruh peserta didik di Kota Taman.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur, Abdu Safa Muha, mengungkapkan bahwa total anggaran yang disiapkan untuk program tersebut mencapai Rp29 miliar.

Estimasi itu didasarkan pada jumlah peserta didik di bawah naungan Disdikbud Kota Bontang yang mencapai sekitar 29 ribu anak, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP.

“Kalau mengacu pada data anak yang kami miliki, asumsinya satu juta per anak dikali 29 ribu anak nikainya sekitar Rp 29 miliar,” ungkap Abdu Safa Muha belum lama ini.

Abdu Safa Muha menjelaskan, program Kartu Bontang Pintar ini merupakan bentuk komitmen Pemkot Bontang dalam menjamin pemerataan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Melalui bantuan ini, diharapkan tidak ada lagi anak di Kota Bontang yang terhambat pendidikannya karena faktor ekonomi.

Selain itu, lanjut Safa, Disdikbud Kota Bontang juga akan memastikan penyaluran dana Kartu Bontang Pintar dilakukan secara tepat sasaran.

Nantinya, bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenjang pendidikan.

“Sekarang kami masih tahap finalisasi regulasi dan mekanisme, agar peluncuran Kartu Bontang Pintar tahun berikutnya benar-benar bisa dipertanggungjawabkan,” tambahnya lagi.

Dengan hadirnya program Kartu Bontang Pintar, pemerintah berharap kualitas pendidikan di Kota Bontang dapat terus meningkat dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan sumber daya manusia di daerah tersebut.

Untuk diketahui, Kartu Bontang Pintar tidak berbentuk usng tunai, melainkan voucher digunakan untuk mengakomodasi pelajar untuk membeli perlengkapan sekolah, seperti Lembar Kerja Siswa (LKS) ataupun seragam sekolah.

Related posts

TKA Berbasis Digital Siap Digelar Februari 2026, Disdikbud Bontang Menunggu Petunjuk Pusat

Asriani

Percepat Transformasi Digital, 1.608 Tablet Disalurkan ke 9 SMPN di Bontang

Asriani

Disdikbud Bontang Siapkan Evaluasi untuk Sempurnakan Bontang City Carnival Tahun Depan

Asriani

You cannot copy content of this page