Bontang, infosatu.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang Kalimantan Timur (Kaltim) tengah memperkuat sistem bantuan sosial bagi warga yang mengalami musibah kematian melalui program Bantuan Untuk Duka dan Administrasi Santunan Kematian (BUNDA SANTUN).
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, mengatakan program tersebut dirancang untuk memastikan keluarga yang ditinggalkan dapat memperoleh bantuan secara lebih cepat dan tepat sasaran.
“Sistem ini kita siapkan agar pemerintah bisa merespons lebih cepat ketika ada warga yang mengalami musibah kematian, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan bantuan,” ujar Neni saat diwawancarai, Jumat, 6 Februari 2026.
Ia menjelaskan, sistem BUNDA SANTUN dirancang terintegrasi langsung dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta data kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Melalui integrasi tersebut, pembaruan data kemiskinan dan laporan kematian dapat dilakukan secara real-time, sehingga pemerintah memiliki data yang lebih akurat dalam menentukan kebijakan.
Ke depan, sistem pelaporan yang saat ini masih berbasis pesan juga akan terus dikembangkan menjadi aplikasi khusus.
Pengembangan tersebut rencananya dilakukan bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinas Kominfotik) agar layanan semakin mudah diakses masyarakat.
Berdasarkan data pemerintah daerah, sepanjang tahun 2025 tercatat 825 warga Kota Bontang meninggal dunia.
Dari jumlah tersebut, terdapat 235 pengajuan santunan kematian dengan realisasi anggaran sekitar Rp705 juta, di mana setiap penerima mendapatkan santunan sebesar Rp3 juta.
Pemerintah Kota Bontang saat ini juga tengah mengkaji kemungkinan kenaikan nilai santunan dengan menyesuaikan kemampuan fiskal daerah.
Neni berharap program BUNDA SANTUN dapat menjadi jaring pengaman sosial bagi masyarakat, khususnya bagi keluarga kurang mampu yang tengah menghadapi masa duka.
“Kita ingin memastikan tidak ada warga miskin di Kota Bontang yang merasa sendirian ketika menghadapi duka. Pemerintah harus hadir memberikan dukungan,” pungkasnya. (Adv)
