Bontang, infosatu.co – Pemerintah Kota Bontang (Pemkot Bontang) Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat berbagai program penanganan stunting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan.
Salah satu target yang dicanangkan adalah menurunkan angka stunting dari sekitar 17,5 persen menjadi 12,5 persen.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyampaikan upaya penurunan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial.
Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, stunting merupakan persoalan serius yang berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
“Angka stunting kita sebelumnya sekitar 17,5 persen. Kita sepakat untuk menurunkannya menjadi 12,5 persen,” ujarnya saat ditemui di Gedung Auditorium 3D, Kamis, 5 Maret 2026.
Agus Haris menjelaskan salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggandeng perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kota Bontang untuk ikut berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Salah satu perusahaan yang telah menyatakan komitmennya adalah Pupuk Kalimantan Timur.
Perusahaan tersebut mengalokasikan dana sekitar Rp500 juta untuk mendukung program intervensi stunting di Bontang.
Dana tersebut akan digunakan untuk membantu penanganan bayi baru lahir serta kelompok anak yang masuk dalam kategori berisiko mengalami stunting.
Program intervensi tersebut direncanakan mulai berjalan setelah Hari Raya Idulfitri tahun ini.
Pemerintah berharap langkah tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka stunting di kota industri tersebut.
“Insyaallah setelah Lebaran program intervensi itu mulai berjalan,” kata Agus Haris.
Selain intervensi langsung kepada anak dan ibu hamil, Pemkot Bontang juga terus memperkuat edukasi kepada masyarakat.
Antara lain terkait pentingnya gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, serta peran keluarga dalam pencegahan stunting.
“Kami berharap dengan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, angka stunting di Bontang bisa terus ditekan,” katanya.
“Target kita jelas turun menjadi 12,5 persen agar kualitas generasi masa depan Bontang semakin baik,” tutup Agus Haris. (Adv)
