Balikpapan, infosatu.co – Pemkot Balikpapan menyerahkan hibah SPP dan insentif guru SD/MI dan SMP/MTs swasta serta dana pembinaan siswa berprestasi berskala internasional jenjang SD/MI dan SMP/MTs di Aula Pemkot Balikpapan, Jumat (8/10/2021).

Penyerahan ini dilakukan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud didampingi Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Mohammad Taqwa dan Kepala Disdikbud Balikpapan Muhaimin.
Dalam sambutannya, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan jika program ini janjinya saat melakukan kampanye yakni sektor pendidikan dan kesehatan menjadi skala prioritas.
“Untuk kesehatan, kemarin kita sudah memberikan BPJS kelas 3 secara gratis. Bagi yang belum terdaftar, silakan mendaftar. Mulai 1 Oktober 2021, pelayanan gratis untuk BPJS kelas 3 semua warga Balikpapan berhak menerima,” kata Rahmad.
Kemudian, Pemkot Balikpapan juga memberikan gratis pakaian seragam untuk anak SD dan SMP.
“Kepada sekolah yang muridnya tidak mencapai target, kita juga peduli. Mudah-mudahan apa yang diberikan Pemkot Balikpapan ini minimal partisipasi kami untuk dunia pendidikan menjadi prioritas karena kami juga mencari skema untuk dapat melanjutkan sekolah yang ada di Balikpapan ini,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Balikpapan Muhaimin mengatakan dalam kegiatan ini Pemkot Balikpapan melalui Disdikbud menyerahkan secara langsung yang pertama pemberian subsidi SPP kepada seluruh siswa SD/MI kelas 1 sampai kelas 6 selama 6 bulan. Kemudian untuk SMP/MTs swasta kelas 7, 8 dan 9 selama 6 bulan.
“Untuk SD/MI besaran subsidinya yakni Rp 75 ribu dan SMP/MTs Rp 100 ribu,” tuturnya.
Kedua pemberian insentif tambahan untuk guru. Pada saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di masa Covid-19, hampir seluruh orang tua ingin anaknya ke sekolah negeri karena gratis sehingga banyak sekolah swasta kekurangan murid.
“Dana BOSnya berkurang sehingga ada insentif tambahan yang diberikan kepada sekolah tersebut, maka guru-gurunya diberikan insentif Rp 1 juta yang diberikan per 6 bulan. Namun, untuk yang dapat murid 75 persen hanya dapat insentif Rp 500 ribu,” jelas Muhaimin.
Sedangkan yang ketiga yaitu dana pembinaan yang diberikan kepada peserta didik.
“Kita berikan untuk peserta didik yang menjuarai olimpiade internasional maupun tingkat kota. Yang SMP, sebentar lagi berlaga di tingkat provinsi,” urainya. (editor: irfan)
