
Samarinda, infosatu.co — Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Deni Hakim, menyoroti besarnya potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pelayaran di Sungai Mahakam, khususnya melalui optimalisasi dan penataan tempat tambat kapal di kawasan Harapan Baru.
Bahkan, dari kondisi yang ada saat ini saja, pendapatan telah mencapai sekitar Rp80 juta per bulan dan dinilai masih dapat ditingkatkan secara signifikan apabila fasilitas tambat dikembangkan secara maksimal.
”Mengingat bahwa lebar sungai yang berada di bawah 100 meter masuk dalam kewenangan pemerintah kota atau kabupaten,” katanya.
“Kota Samarinda sendiri kebagian di Sungai Karang Mumus. Tapi kita juga memiliki andil dalam pengelolaan pelayaran yang ada di Kota Samarinda,” ujarnya, Selasa, 13 Januari 2026 di Kantor DPRD Samarinda.
Ia menegaskan, Samarinda memiliki aset penting berupa lokasi tempat tambat atau pelabuhan di kawasan Harapan Baru yang dapat dikembangkan untuk mendongkrak PAD.
“Apabila dikembangkan melalui rehabilitasi secara menyeluruh terhadap kondisinya, maka hal ini dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup signifikan,” katanya.
Oleh karena itu, Komisi III mendorong Dinas Perhubungan untuk menyusun anggaran penambahan fasilitas penunjang agar pemanfaatan tempat tambat bisa lebih optimal.
”Baik itu dolphin maupun fender, agar pemanfaatannya bisa lebih maksimal,” lanjutnya.
DPRD Samarinda berharap, pengembangan fasilitas tambat kapal di Sungai Mahakam dapat segera direalisasikan agar potensi pendapatan daerah yang ada tidak terbuang dan dapat dimanfaatkan secara maksimal.
