infosatu.co
DISKOMINFO BONTANG

Neni Moerniaeni Janji Temui Dirjen Migas Usul Tambah Jargas

Teks: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat diwawancarai, Sabtu, 28/3/2026. (Infosatu.co/Adi)

Bontang, infosatu.co – Pemerintah Kota Bontang Kalimantan Timur (Kaltim), kembali memperjuangkan penambahan sambungan baru agar seluruh warga dapat menikmati layanan energi murah tersebut.

Sebelumnya pada tahun 2025 lalu Pemkot Bontang sudah mendapatkan alokasi 10.553 sambungan rumah (SR) jaringan gas rumah tangga (jargas) dari pemerintah pusat.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan dirinya sudah dijadwalkan akan bertemu dengan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Menurut Neni Moerniaeni, dalam waktu dekat pihaknya akan temui Dirjen Migas Kementerian ESDM untuk mengusulkan tambahan jaringan gas rumah tangga bagi masyarakat.

Menurutnya, meskipun ribuan sambungan jargas telah dialokasikan, masih ada sejumlah wilayah di Kota Bontang yang belum terjangkau jaringan gas.

Sehingga menurutnya masih perlu diperjuangkan tambahan sambungan dari pemerintah pusat.

“Insyaallah hari Senin saya akan diterima oleh Pak Dirjen Migas. Kami akan mengusulkan kembali penambahan jaringan gas rumah tangga untuk masyarakat Kota Bontang yang belum mendapatkan,” ujarnya Sabtu, 28 Maret 2026.

Neni menjelaskan, keberadaan jargas sangat membantu masyarakat dalam menekan pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan energi.

Pasalnya, jika pemasangan dilakukan secara mandiri, biaya sambungan gas rumah tangga bisa mencapai sekitar Rp7 juta per rumah.

Lebih jauh, ia mengungkapkan Kota Bontang memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan jaringan gas rumah tangga.

Sejak 2008 hingga 2018, pembangunan jargas telah dilakukan melalui skema pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dari program tersebut, hingga kini tercatat sebanyak 18.436 sambungan rumah (SR) telah terpasang dan dimanfaatkan masyarakat di berbagai wilayah Bontang.

Pada 2025 lalu, pemerintah pusat kembali mengalokasikan pembangunan 10.553 sambungan rumah baru. Dengan tambahan tersebut, total sambungan jargas yang tersedia di Kota Bontang hampir mencapai 29.000 SR.

Jumlah itu masih berada di bawah estimasi kebutuhan jargas di Kota Bontang yang diperkirakan mencapai sekitar 35.000 sambungan rumah.

“Ini berarti masih ada sekitar 10.000 sambungan lagi yang perlu kita perjuangkan agar seluruh warga Bontang bisa menikmati manfaat jargas,” jelasnya.

Secara teknis, seluruh fasilitas utama seperti regulating station (RS) dan stasiun pengendali akan dibangun di atas lahan milik Pemerintah Kota Bontang sehingga tidak membebani masyarakat maupun pihak swasta.

Adapun pembangunan fisik jaringan gas hasil alokasi tahun lalu telah dimulai pada Oktober hingga Desember 2025, kemudian dilanjutkan tahap penyelesaian pada Januari hingga Mei 2026.

Pemkot Bontang berharap melalui upaya tersebut cakupan jaringan gas rumah tangga dapat terus diperluas, sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses energi yang lebih hemat, aman, dan ramah lingkungan.

“Harapan kami tentu cakupan jargas di Bontang bisa terus bertambah sehingga masyarakat yang belum mendapatkan bisa segera terlayani,” pungkasnya. (Adv)

Related posts

Program Perbaikan RTLH, Pemkot Bontang Usulkan 300 Rumah ke Pemerintah Pusat

Rizki

Pemkot Bontang Libatkan 600 Penjahit Lokal untuk Program Seragam Sekolah

Rizki

Urus Dokumen Tak Perlu Lagi ke Kantor Kependudukan

Rizki

You cannot copy content of this page