infosatu.co
DISKOMINFO BONTANG

Neni Dorong Kesadaran Warga Kelola Sampah, Usia TPA Bontang Diperkirakan Tinggal 3 Tahun

Teks: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dalam agenda Program Bontang Peduli di Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Rabu, 4/3/2026. (Infosatu.co/Adi)

Bontang, infosatu.co – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri agar tidak seluruhnya bergantung pada petugas kebersihan.

Menurutnya, pengelolaan sampah tidak bisa hanya diserahkan kepada petugas kebersihan atau yang dikenal sebagai pasukan kuning dan pasukan hijau.

Karena itu, Pemerintah Kota Bontang menggagas Gerakan Sampahku Tanggung Jawabku (Gesit) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Gerakan Sampah Tanggung Jawabku ini untuk menyadarkan masyarakat bahwa kita tidak boleh selalu bergantung pada pasukan kuning atau petugas kebersihan,” katanya.

“Minimal kita bertanggung jawab terhadap sampah kita sendiri,” kata Neni dalam agenda penyerahan bantuan Sembako di Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Rabu, 4 Maret 2026.

Ia mencontohkan, dalam berbagai kegiatan masyarakat sering kali sampah langsung ditinggalkan setelah acara selesai.

Padahal, menurutnya, setiap orang seharusnya membawa dan membuang sampahnya sendiri ke tempat yang telah disediakan.

“Kalau setiap ada acara kita membawa pulang sampah atau memasukkannya ke tempat sampah, maka pekerjaan petugas kebersihan akan jauh lebih ringan,” ujarnya.

Neni juga mengungkapkan pengelolaan sampah menjadi tantangan serius bagi daerah, terutama terkait kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Saat ini, sebagian besar sampah masih dibuang langsung ke TPA tanpa proses pemilahan.

“Seharusnya sampah yang masuk ke TPA hanya sekitar lima persen saja, tetapi saat ini masih sekitar 70 persen yang masuk ke sana. Ini tentu tidak ideal,” jelasnya.

Jika kondisi tersebut terus berlanjut, usia TPA Bontang diperkirakan tidak akan bertahan lama.

“Usia TPA kita diperkirakan tinggal sekitar tiga tahun jika pola pengelolaan sampah tidak berubah,” katanya.

Karena itu, Pemkot Bontang mendorong penguatan pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dengan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Melalui sistem tersebut, sampah akan dipilah terlebih dahulu sehingga hanya sisa residu yang benar-benar dibuang ke TPA.

Selain itu, Neni juga meminta masyarakat turut menjaga kebersihan lingkungan, termasuk memperhatikan kondisi taman dan ruang publik.

“Kalau ada rumput yang sudah tinggi atau lingkungan yang terlihat tidak rapi, segera dibersihkan. Jangan menunggu ditegur atau dilaporkan dulu,” katanya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, petugas kebersihan, dan masyarakat dapat menjaga Bontang tetap menjadi kota yang bersih dan nyaman.

“Dedikasi para petugas kebersihan luar biasa, tetapi menjaga kota ini bukan hanya tanggung jawab mereka. Ini tanggung jawab kita semua,” tutupnya. (Adv)

Related posts

Inflasi Bontang Terkendali, Pemkot Siapkan Gerakan Pangan Murah Jelang Lebaran

Rizki

Pemkot Bontang Diproyeksi Terima Dividen Sekitar Rp3 Miliar dari Bankaltimtara

Rizki

Pemkot Bontang Apresiasi PKT Proaktif, Bantuan Ramadan Rp4,28 Miliar Disalurkan untuk Warga

Rizki

You cannot copy content of this page