Samarinda, infosatu.co – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026 di SMA Negeri 16 Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), digelar dengan pendekatan baru yang lebih ramah anak, menyenangkan, dan membentuk karakter.
Kegiatan berlangsung sejak Senin, 14 Juli hingga Jumat, 18 Juli 2025 mendatang, dengan melibatkan total 250 peserta.
Terdiri dari 228 siswa baru dan 22 siswa lama yang tahun sebelumnya belum mengikuti MPLS.
Tidak sekadar mengenalkan lingkungan fisik sekolah, MPLS di SMA Negeri 16 tahun ini mengusung nilai edukatif yang mendalam.
Yakni membangun semangat kolaboratif dan jiwa kebangsaan di tengah dinamika remaja yang kompleks.
Para siswa dikenalkan pada nilai-nilai positif secara interaktif, mulai dari etika sosial, semangat gotong royong, hingga penguatan literasi kebangsaan dan karakter.
Kepala SMA Negeri 16 Samarinda, Abdul Rozak Fahrudin, menyampaikan bahwa pelaksanaan MPLS mengikuti petunjuk teknis dari Kementerian Pendidikan sekaligus menjunjung semangat pendidikan inklusif dan berorientasi masa depan.
“Paling tidak anak-anak paham tentang kondisi di lingkungan sekolah, mengenal siapa gurunya, siapa kepala sekolahnya, di mana ruang belajarnya, dan lain sebagainya,” ujarnya.
MPLS tahun ini juga disisipkan gerakan nasional Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai materi utama pembiasaan karakter.
Ketujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur tepat waktu.
“Rutinitas positif ini kami harapkan dapat menjadi pondasi siswa dalam membentuk kepribadian tangguh dan bertanggung jawab,” tambah Rozak.
Tak hanya itu, kegiatan penguatan nilai-nilai Pancasila juga menjadi bagian penting dari MPLS.
Melalui berbagai aktivitas kontekstual, siswa diajak memahami makna tiap sila dalam kehidupan sehari-hari, serta bagaimana nilai-nilai tersebut relevan di tengah masyarakat yang beragam.
Kesadaran lingkungan menjadi salah satu fokus utama MPLS.
Para siswa diperkenalkan dengan sistem pengelolaan sampah di lingkungan sekolah dan didorong untuk menciptakan karya kreatif berbasis barang bekas.
Kegiatan ini menjadi cara konkret dalam membangun kepekaan ekologis siswa sejak dini.
“Lingkungan sekolah adalah ruang belajar yang hidup. Maka dari itu, kami ingin anak-anak tidak hanya sekadar tahu lokasi ruang kelas, tetapi juga bisa melihat bagaimana mereka bisa berperan menjaga lingkungan bersama,” jelas Rozak.
Untuk memperluas wawasan dan menambah inspirasi, sekolah turut menghadirkan narasumber dari beragam latar belakang.
Seperti dokter dari Komunitas Dokter Berbagi Kalimantan Timur, dosen Universitas Mulawarman, serta anggota Dewan Pendidikan Kota Samarinda.
Kehadiran mereka tidak hanya memperkenalkan profesi dan dunia luar, tetapi juga membuka cakrawala berpikir siswa terhadap kehidupan di luar bangku sekolah.
Rozak menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya soal akademik, melainkan juga proses panjang membentuk manusia seutuhnya.
“Kami ingin setiap siswa merasa diterima, dihargai, dan diberdayakan sebagai individu yang punya potensi besar. Sekolah ini adalah rumah kedua yang harus memberikan rasa aman dan semangat tumbuh,” tuturnya.
Rozak juga menyatakan bahwa SMAN 16 Samarinda siap mendukung minat bakat setiap siswa dengan 32 ekskul yang tersedia.
Caranya dengan fokus peningkatan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian siswa.
Salah satu peserta, Fatimah Humaira Rae, siswi baru lulusan SMP Negeri 7 Samarinda, merasa senang mengikuti kegiatan ini.
Ia awalnya mengira MPLS akan membosankan dan menegangkan, namun ternyata penuh warna dan penuh makna.
“Awalnya saya pikir MPLS itu akan menegangkan, tapi ternyata seru dan banyak kegiatan yang bikin saya makin semangat sekolah di sini,” ujarnya.
Ia juga menyukai materi tentang kebiasaan sehat dan kepedulian lingkungan karena membuatnya lebih sadar pentingnya menjaga diri dan sekitar.
Senada dengan Fatimah, Ilmiyansah, siswa lulusan SMPN 27 Samarinda turut menyampaikan antusianya dalam MPLS ini.
Ia merasa senang karena berhasil masuk kesalahsatu sekolah favorit di Samarinda.
Minatnya dengan paskibra, akan ia lanjutkan di sekolah barunya ini.
“Tiga tahun disini, selain prestasi akademik, saya juga akan fokus ke paskriba SMAN 16 Samarinda,” tandasnya.
Dengan semangat baru ini, MPLS di SMA Negeri 16 Samarinda tidak hanya menjadi kegiatan pembuka tahun ajaran, tapi juga pintu masuk penting untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, peduli dan siap menghadapi tantangan masa depan.