infosatu.co
PARIWISATA

Menyusuri Rasa Glodok, dari Kopi Legendaris hingga Kuliner Ikonik Jakarta Barat

Teks: Pintu masuk kawasan Glodok Pancoran Jakarta

Jakarta, infosatu.co – Kawasan Glodok Pancoran, Jakarta Barat (Jakbar) selalu punya cara sendiri untuk membuat orang jatuh cinta.

Kawasan Pecinan tertua di ibu kota ini, bukan hanya tentang sejarah dan bangunan tua, tetapi juga soal kuliner yang hidup dari generasi ke generasi.

Rabu, 28 Januari 2026 wartawan infosatu.co mencoba menjelajahi kawasan Glodok dengan berjalan kaki dan singgah di beberapa tempat yang populer dan cukup ramai.

Dari jajanan kaki lima hingga kedai legendaris. Berikut jajanan dan kulinernya:

1. Cempedak Goreng Cik Lina.

Teks: Cempedak Goreng Spesial “Cik Lina”.

Di antara banyak jajanan, Cempedak Goreng Cik Lina sejak 1997 menjadi salah satu primadona.

Potongan Cempedak matang dibalut adonan tipis lalu digoreng hingga renyah di luar dan lembut di dalam.

Aroma khas Cempedak yang kuat berpadu dengan rasa manis alami membuat jajanan ini selalu laris.

Tak jarang, pembeli harus rela mengantre demi menikmati satu porsi cempedak goreng hangat yang sederhana namun memuaskan.

2. Soto Betawi H Mamat.

Bagi pencinta makanan berat, Soto Betawi H Mamat menjadi pilihan yang tak boleh dilewatkan.

Kuah santan yang gurih, berpadu dengan potongan daging sapi empuk dan jeroan, menghasilkan rasa yang kaya dan mengenyangkan.

Disajikan dengan emping, sambal, dan perasan jeruk nipis, soto ini cocok disantap kapan saja, terutama setelah lelah berkeliling kawasan Glodok.

3. Kuo-Tie Shantung Ling, Kulit Tipis dengan Isian Juicy.

Nama Kuo-Tie Shantung Ling sudah lama dikenal di kalangan pemburu kuliner Glodok. Kuo-tie atau gyoza versi Tionghoa ini memiliki ciri khas kulit tipis dengan isian daging yang gurih dan berair.

Digoreng hingga bagian bawahnya renyah dan disajikan hangat dengan saus cuka khas, kuo-tie ini menawarkan sensasi rasa sederhana namun nagih. Satu porsi sering kali terasa kurang.

4. Power Puff, Camilan Kekinian di Tengah Nuansa Lawas.

Di tengah dominasi kuliner klasik, Power Puff hadir sebagai pilihan camilan modern.

Kue puff dengan berbagai isian, seperti cokelat, keju, hingga krim manis, menjadi favorit anak muda yang berkunjung ke Glodok.

Teksturnya yang lembut dan tampilannya yang menarik membuat Power Puff mudah diterima, sekaligus menjadi bukti bahwa Glodok terus beradaptasi tanpa meninggalkan identitasnya.

5. Dimsum.

Beragam Dimsum dapat ditemukan di kawasan Glodok, baik di kedai kecil maupun lapak sederhana. Hakau, Siomay, Bakpao, hingga Lumpia Kukus menjadi menu andalan.

Disajikan panas dengan saus sambal dan kecap asin, Dimsum Glodok dikenal dengan rasa autentik dan harga yang ramah di kantong.

6. Es Potong, Pelepas Dahaga Penuh Nostalgia

Teks: Penjual es potong tradisional.

Di sela berburu kuliner, Es Potong menjadi penyegar yang pas. Es krim tradisional dengan beragam rasa, seperti cokelat, kacang hijau, dan kelapa, membawa nostalgia masa kecil bagi banyak pengunjung.

Disajikan sederhana dan praktis, Es Potong menjadi teman setia saat menjelajah Glodok di siang hari.

7. Djauw Coffee, Ngopi di Tengah Sejarah.

Perjalanan kuliner di Glodok terasa lengkap dengan singgah di Djauw Coffee.

Kedai kopi ini menempati bangunan tua yang tetap mempertahankan nuansa klasik, menciptakan suasana hangat dan tenang di tengah hiruk pikuk kawasan.

Menu kopi tradisional hingga racikan modern tersedia, cocok untuk bersantai sejenak sambil menikmati suasana Glodok yang penuh cerita.

Glodok Jakarta Barat menunjukkan bahwasanya, kuliner bukan sekadar soal rasa, melainkan tentang ketahanan tradisi di tengah perubahan zaman.

Dari jajanan legendaris yang telah bertahan puluhan tahun hingga sajian modern yang digemari generasi muda, kawasan tersebut berhasil menjaga keseimbangan antara warisan dan inovasi.

Perpaduan kuliner legendaris dan modern ini yang membuat Glodok terus ramai dikunjungi.

Selama tradisi dijaga dan kreativitas terus tumbuh, Glodok akan tetap menjadi salah satu pusat kuliner paling bertahan dan berwarna di Jakarta Barat.

Related posts

Wisata Edukasi Satwa, Rumah Ulin Arya Jadi Daya Tarik Pengunjung dari Luar Kaltim

Dhita Apriliani

Rumah Ulin Arya Gelar Acara Spesial Tawarkan Liburan Edukatif bagi Anak dan Keluarga

Dhita Apriliani

Warung Bu Warni, Surga Nasi Petis dan Nasi Rames Khas Madura di Malang

Emmy Haryanti

Leave a Comment

You cannot copy content of this page