infosatu.co
PARIWISATA

Menjelajahi Keindahan Bromo, Nikmati Sejuknya Bukit Teletubbies di Tengah Cuaca Terik

Teks: Rombongan MSI Grup saat berada di Savanah Gunung Bromo.

Malang, infosatu.co – Langit cerah menyambut pagi ketika rombongan Media Sukri Indonesia (MSI) Grup memulai perjalanan menuju salah satu destinasi alam paling ikonik di Indonesia, Gunung Bromo, yang terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Perjalanan dimulai pukul 09.00 pagi dari Hotel Aliante, yang berada di kawasan Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Udara di Kota Malang terasa sejuk, meski suhunya 25 derajat Celsius, namun memiliki kelembapan tinggi dengan angin lembut yang berhembus dari arah pegunungan.

Dengan menggunakan mobil, rombongan menempuh perjalanan sekitar 38 kilometer menuju Basecamp HalloBromo di Dusun Simpar, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Sekitar 55 menit kemudian, tepat pukul 09.55, kendaraan tiba di basecamp yang menjadi titik awal pendakian menuju kawasan Bromo.

Matahari memang cukup terik, tetapi udara di basecamp tetap terasa sejuk dan bersih, khas pegunungan.

Dari kejauhan, tampak hamparan hijau perbukitan Poncokusumo yang mulai tertutup kabut tipis, pertanda suhu di kawasan atas akan semakin dingin.

Setelah beristirahat sejenak, rombongan berganti kendaraan menggunakan jeep wisata yang disiapkan oleh tim HalloBromo.

Kendaraan khas off-road itu menjadi satu-satunya moda transportasi yang mampu menaklukkan jalur menanjak dan berpasir menuju kawasan Bromo.

Begitu jeep mulai bergerak, suasana berubah cepat. Jalan menanjak dengan kelokan tajam membawa rombongan melewati kebun-kebun apel dan ladang sayur warga.

Semakin naik, suhu udara terasa menurun hingga 22 derajat Celsius.

Angin dingin mulai menusuk, menggantikan hawa hangat dari Kota Malang yang ditinggalkan beberapa jam sebelumnya.

Pemandangan di sepanjang perjalanan sungguh menakjubkan, lembah hijau berganti lautan pasir kecokelatan, sementara kabut putih sesekali menutupi pandangan, menambah kesan khas pegunungan Tengger.

Sekitar satu jam kemudian, jeep berhenti di kawasan Savana Bromo, yang juga dikenal dengan nama Bukit Teletubbies karena bentuk bukit-bukitnya yang melengkung lembut menyerupai lanskap di film anak-anak terkenal.

Udara di lokasi terasa jauh lebih dingin, sekitar 19 derajat Celsius, meskipun sinar matahari masih cukup terik.

Hamparan padang rumput hijau kekuningan membentang luas sejauh mata memandang, menghadirkan perpaduan warna yang kontras namun menenangkan.

Rombongan MSI Grup pun memanfaatkan momen ini untuk berfoto bersama dan mengabadikan keindahan alam Bromo.

Beberapa anggota tampak antusias mencari sudut terbaik di antara bukit-bukit kecil dan ilalang yang bergoyang ditiup angin.

Tawa dan canda terdengar di tengah sunyi savana. Di sela aktivitas berfoto, sebagian menikmati jajanan yang dijajakan oleh pedagang lokal, menikmati suasana hening dan udara dingin yang menyegarkan pikiran.

Perjalanan singkat menuju Bromo ini menjadi pengalaman berkesan bagi rombongan MSI Grup.

Selain menyuguhkan panorama alam luar biasa, perjalanan ini juga menjadi ruang kebersamaan dan refleksi di tengah kesibukan dunia media.

“Bromo selalu memberi ketenangan. Walau cuacanya terik, udaranya tetap sejuk dan segar. Di sini kita bisa belajar menikmati perjalanan, bukan hanya tujuannya,” ujar CEO MSI Grup, Mohammad Sukri, sambil menikmati pemandangan.

Perjalanan pun ditutup dengan sesi foto terakhir di kaki bukit sebelum rombongan melanjutkan destinasi lainnya yang masih berada di kawasan Gunung Bromo.

Related posts

Wisata Edukasi Satwa, Rumah Ulin Arya Jadi Daya Tarik Pengunjung dari Luar Kaltim

Dhita Apriliani

Rumah Ulin Arya Gelar Acara Spesial Tawarkan Liburan Edukatif bagi Anak dan Keluarga

Dhita Apriliani

Warung Bu Warni, Surga Nasi Petis dan Nasi Rames Khas Madura di Malang

Emmy Haryanti

Leave a Comment

You cannot copy content of this page