infosatu.co
JMSI

Menata Ulang Ketangguhan Jurnalis, JMSI Kaltim Inisiasi Retreat Wartawan

Teks: Ketua JMSI Kaltim, Mohammad Sukri

Samarinda, infosatu.co – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Timur (Kaltim) merespons tekanan disrupsi media dan gejolak ekonomi daerah dengan menempatkan penguatan karakter wartawan sebagai agenda utama awal 2026.

Organisasi ini menilai, di tengah perubahan lanskap industri pers yang cepat dan keras, integritas serta ketangguhan mental jurnalis menjadi fondasi yang tidak bisa ditawar.

Berangkat dari kegelisahan tersebut, JMSI Kaltim menggagas retreat wartawan sebagai ruang pembelajaran yang tidak semata teknis, tetapi menyentuh dimensi etika, hukum, hingga kesadaran sosial.

Agenda ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan JMSI Kaltim sepanjang 2026 dan disebut sebagai retreat wartawan pertama yang digelar oleh kepengurusan JMSI di Indonesia.

Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis, 21-22 Januari 2026, bertempat di Coconut Beach Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Lokasi ini dipilih untuk mendukung konsep pembelajaran yang menyatu dengan alam dan realitas sosial di sekitar peserta.

Ketua JMSI Kaltim, Mohammad Sukri, menjelaskan bahwa retreat tersebut tidak dirancang sebagai pelatihan menulis atau peningkatan keterampilan jurnalistik semata.

Menurut dia, pendekatan yang diambil lebih komprehensif, yakni membentuk karakter wartawan agar mampu bertahan dan tetap berpegang pada nilai-nilai profesi di tengah tekanan industri.

“Tujuan utama retreat ini adalah membentuk wartawan Kalimantan Timur yang berwawasan nasional, berintegritas, dan profesional,” katanya.

“Bukan sekadar bisa menulis, tapi paham etika, hukum, dan tanggung jawab sosial,” ujarnya, Senin, 19 Januari 2026.

Sukri menilai, ritme kerja wartawan yang padat dan penuh tekanan kerap membuat jurnalis kehilangan ruang untuk refleksi.

Padahal, refleksi menjadi penting agar kerja jurnalistik tidak semata mengejar kecepatan, tetapi juga kedalaman dan kepekaan.

“Di sini wartawan tidak hanya duduk di ruangan. Mereka belajar mengenali alam, lingkungan, dan realitas sosial. Dari situ lahir sensitivitas jurnalistik yang lebih kuat, terutama terhadap isu lingkungan dan masyarakat,” kata dia.

Retreat wartawan JMSI Kaltim mengusung tema “Jurnalis Masa Kini di Tengah Disrupsi Media dan Turbulensi Ekonomi Daerah”.

Sejumlah agenda substantif telah disiapkan, termasuk rencana keynote speech oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, yang diharapkan memberi perspektif tentang peran pers dalam konteks pembangunan daerah.

Untuk memperkaya sudut pandang peserta, JMSI Kaltim menghadirkan narasumber dari lintas bidang.

Wakil Ketua Dewan Pakar JMSI sekaligus Ketua Federasi Advokat Republik Indonesia (Ferari) Kaltim dijadwalkan membawakan materi bertema “No Viral No Justice serta Posisi wartawan di antara Undang-Undang Pers dan Undang-Undang ITE”.

Menurut Sukri, pemahaman hukum menjadi salah satu titik rawan dalam praktik jurnalistik saat ini, terutama ketika produk jurnalistik bersinggungan dengan ruang digital dan media sosial.

“Ini penting. Banyak wartawan celaka karena tidak paham batas antara produk jurnalistik dan ranah ITE. Padahal keduanya berbeda secara hukum,” ujarnya.

Selain perspektif hukum, penguatan etik dan kreativitas liputan juga menjadi perhatian. Wartawan senior Trans 7, Suriyatman, akan mengisi sesi bertajuk Menggali Ide Liputan dan Kode Etik Jurnalistik.

Sementara Ketua Dewan Pakar JMSI Kaltim, Nidya Listiyono, dijadwalkan menyampaikan materi motivasi jurnalis dengan pendekatan reflektif melalui analogi pengalaman.

Agenda retreat dirancang fleksibel dan tidak kaku. Selain diskusi dan penyampaian materi, peserta akan mengikuti senam pagi serta pembinaan mental dan fisik yang dibimbing langsung oleh anggota TNI dari Yonif 611 Awang Long.

Pada malam hari, peserta dijadwalkan mengikuti sesi refleksi jurnalistik dan renungan malam sebagai upaya penguatan mental dan spiritual, yang dipandu langsung oleh Ketua JMSI Kaltim.

Sukri menegaskan bahwa jumlah peserta retreat dibatasi dan diprioritaskan bagi anggota JMSI Kaltim.

Namun, ia membuka kemungkinan pengembangan kegiatan ini menjadi program tahunan dengan skala yang lebih luas.

“Ini baru awal. Ke depan retreat ini kami siapkan sebagai agenda rutin, bahkan bisa menjadi role model JMSI secara nasional,” kata dia.

Melalui retreat ini, JMSI Kaltim berharap lahir wartawan yang tidak hanya tangguh menghadapi disrupsi, tetapi juga mampu menjaga marwah profesi di tengah dinamika ekonomi dan sosial yang terus berubah.

Related posts

JMSI Kaltim Jadwalkan Retreat 2026, Paulinus Dugis Bahas Pers dan Tantangan Digital

Martin

JMSI Kepri Serahkan Buku ‘Bentengi Pelajar dari TPPO’ di Momen Rilis Akhir Tahun Polda

Rizki

Dinilai Pencegahan Nyata, JMSI Kaltim Dukung Tes Urine Dadakan bagi 21 Wartawan

Rizki

Leave a Comment

You cannot copy content of this page