infosatu.co
PARIWISATA

Menaklukkan Kawah Gunung Bromo, Menapaki 250 Anak Tangga di Tengah Kabut dan Udara Dingin

Teks: Rombongan MSI Grup saat menapaki puncak Kawah Gunung Bromo yang berada di ketinggian 2.329 Mdpl.

Malang, Infosatu.co – Setelah menikmati hamparan Savana Bromo atau yang dikenal dengan Bukit Teletubbies, rombongan Media Sukri Indonesia (MSI) Grup melanjutkan perjalanan menuju Kawah Gunung Bromo, salah satu destinasi utama di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur (Jatim).

Dari Savana, perjalanan ditempuh menggunakan jeep wisata melintasi Lautan Pasir, hamparan pasir vulkanik luas yang terbentuk dari letusan gunung purba Tengger ribuan tahun lalu.

Jarak dari Savana menuju area parkir jeep di kaki Gunung Bromo sekitar 3,5 kilometer, dengan waktu tempuh 15–20 menit tergantung kepadatan jalur wisata.

Setibanya di lokasi parkir, udara mulai berubah drastis. Meskipun matahari masih bersinar, suhu udara hanya berkisar 19 derajat Celsius, dengan hembusan angin kencang membawa debu halus yang beterbangan.

Di kejauhan, asap tipis dari kawah tampak mengepul pelan tanda aktivitas vulkanik Gunung Bromo yang masih aktif hingga kini.

Dari area parkir jeep, pengunjung harus melanjutkan perjalanan sekitar 2,5 kilometer menuju puncak kawah.

Jalur ini berupa medan berpasir yang menanjak, dan bisa ditempuh dengan dua cara, menunggang kuda hingga ke tangga terakhir, atau berjalan kaki melewati jalur pendakian yang sudah disiapkan.

Namun rombongan MSI Grup Mohammad Sukri, Ira, Aminah dan Adi memilih menaklukkan jalur ini dengan berjalan kaki.

Ditambah, ini perjalanan pertama CEO MSI Grup, Mohammad Sukri, untuk memutuskan naik ke kawah Gunung Bromo, setelah kali pertama datang ke Bromo memutuskan untuk tidak naik ke puncak.

“Kali pertama datang ke sini, memutuskan tidak naik. Tapi sekarang kami ingin benar-benar merasakan perjalanan menuju kawahnya, menikmati setiap langkah dan sensasinya,” ujar CEO MSI Group, Mohammad Sukri saat sejenak beristirahat ditengah perjalanan.

Langkah demi langkah terasa berat karena medan berpasir yang licin dan menanjak.

Udara dingin dibawa oleh hembusan angin, ditambah butiran debu kerap menerpa wajah. Namun semangat tim tetap tinggi, sesekali berhenti untuk berfoto dan menikmati panorama lautan pasir di bawah.

Setelah berjalan sekitar 20 menit, rombongan tiba di kaki tangga menuju puncak kawah. Di sini, terdapat 250 anak tangga yang menjadi jalur resmi pendakian ke tepi kawah.

Tangga-tangga ini cukup curam dengan lebar satu meter, diapit pagar besi di sisi kanan sebagai pegangan.

Suhu di titik ini turun hingga 15 derajat Celsius, ditambah tiupan angin kencang yang membawa aroma belerang. Udara terasa tipis, dan setiap langkah ke atas membutuhkan tenaga ekstra. Namun pemandangan di setiap perhentian terasa sepadan dengan perjuangan.

Rombongan MSI Group diawali oleh Ira, akhirnya tiba di puncak kawah Gunung Bromo, yang berada di ketinggian sekitar 2.329 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Dari sini, terbentang pemandangan spektakuler kawah raksasa berdiameter sekitar 800 meter, menganga dalam dengan kepulan asap putih yang perlahan keluar dari perut bumi.

Suara gemuruh samar terdengar dari dalam kawah, menandakan aktivitas vulkanik yang masih hidup.

Di sisi sebaliknya, terlihat Gunung Batok yang berbentuk kerucut sempurna, berdiri gagah berdampingan dengan Bromo.

“Ini luar biasa. Semua perjuangan di jalan tadi terbayar lunas. Dari sini kita bisa lihat betapa kecilnya manusia dibandingkan kebesaran ciptaan Tuhan,” ujar Aminah wartawan MSI Grup dari Natmed.id sambil memandangi kawah.

Tak hanya Aminah, Ira wartawan dari Narasi.co juga mengungkap rasa syukurnya.

Pertama kali mengunjungi Gunung Bromo, membuatnya merasa bersyukur dan kagum mampu melihat keindahan alam di Jawa Timur ini.

“Alhamdulillah setelah perjalanan panjang, akhirnya bisa sampai ke puncak kawah Gunung Bromo. Meski lelah, setelah sampai dan melihat suasananya, semua terbayarkan,” ujar Ira.

Beberapa wisatawan asing juga terlihat di puncak, sibuk mengabadikan panorama yang tak ternilai.

Udara dingin di tengah hembusan angin membuat rombongan harus mengenakan jaket tebal dan menutup wajah dengan masker.

Namun keindahan panorama Bromo benar-benar membuat lupa akan dingin yang menusuk.

Setelah menikmati pemandangan dan berfoto di sekitar kawah, rombongan MSI Grup mulai menuruni tangga perlahan. Jalur turun terasa lebih cepat, namun tetap harus berhati-hati karena pasir halus membuat pijakan licin.

Perjalanan kembali ke jeep memakan waktu sekitar 30 menit, sebelum akhirnya rombongan bersiap meninggalkan kawasan Bromo menuju Malang.

Bagi tim MSI Grup, perjalanan ke Bromo bukan sekadar wisata, melainkan perjalanan spiritual dan refleksi tentang perjuangan, kebersamaan, dan rasa syukur.

“Kita semua lelah, tapi bahagia. Setiap langkah di Bromo mengingatkan bahwa hidup itu perjalanan yang harus dinikmati, meski penuh tantangan,” tutup Sukri.

Related posts

Wisata Edukasi Satwa, Rumah Ulin Arya Jadi Daya Tarik Pengunjung dari Luar Kaltim

Dhita Apriliani

Rumah Ulin Arya Gelar Acara Spesial Tawarkan Liburan Edukatif bagi Anak dan Keluarga

Dhita Apriliani

Warung Bu Warni, Surga Nasi Petis dan Nasi Rames Khas Madura di Malang

Emmy Haryanti

Leave a Comment

You cannot copy content of this page