
Samarinda, infosatu.co – Anggota Komisi II DPRD Kaltim Dapil Samarinda Nidya Listiyono dari Fraksi Golkar melakukan reses masa sidang III tahun 2020 di Bantuas pada Senin (2/11/2020).
Dalam reses di Bantuas ini, warga sekitar mengeluhkan sampah yang berserakan di jalan karena tidak adanya tempat pembuangan sampah di daerah tersebut.

Warga RT 4 Marliansyah mengeluhkan tidak adanya tempat pembuangan sampah di daerah Bantuas. Sehingga warga di sana membuang sampah di pinggir jalan bahkan depan rumah.
“Tidak ada tempat pembuangan sampah di sini, bahkan 2-3 minggu yang lalu di RT 5 banyak sampah yang berhamburan di sana. Saya hanya menyarankan agar ada truk sampah di sini agar bisa mengangkut sampah-sampah yang berserakan di sana, apa salahnya pemerintah menyediakan truk sampah untuk daerah sini,” ungkapnya.
Sementara itu di tempat yang sama, Ketua RT 5 Mustama juga mengeluhkan masalah sampah di sekitar Bantuas. Banyak orang yang membuang sampah di pinggir jalan.
“Saya mengharapkan kalau bisa secepatnya ada bantuan dari pemerintah terkait sampah ini sebab benar-benar merusak lingkungan dan mengganggu masyarakat sekitar. Ada juga orang yang membuang sampah di depan rumah, kan kasihan,” jelasnya.
Menanggapi keluhan masyarakat ini, Nidya Listiyono mengatakan bahwa sampah ini merupakan masalah banyak orang karena menggangu kenyamanan warga.
“Masyarakat minta dibangunkan tempat sampah, sebab ini tidak bagus untuk kesehatan dan merusak pemandangan. Harapan saya agar dewan kota khususnya Fraksi Golkar bisa support untuk daerah Bantuas ini dari sisi ketersediaan bak sampah,” tegasnya.
Dalam reses tersebut, Tyo sapaan akrabnya terlihat langsung menelpon kepala dinas terkait dan Anggota DPRD Samarinda dari Fraksi Golkar untuk permasalahan sampah ini.
“Saya sampaikan dan bawa aspirasi ini ke dewan kota supaya mereka bisa memperjuangkan, minimal ada support satu mobil dulu untuk mengambil sampah supaya nanti tidak menumpuk. Mudahan pemerintah kota bisa bergerak cepat,” urainya.
Politikus Golkar ini sangat mengharapkan adanya pengadaan bak sampah termasuk juga mobil truk dari Dinas Kebersihan untuk bisa aktif dan mengambil sampah-sampah di daerah Bantuas. Sehingga warga tidak kesulitan dan ada pembuangan sampah sentral disini. Namun, dalam 1-2 minggu tidak ada pergerakan dari dinas terkait. Tyo akan memberikan bantuan secara pribadi untuk pembuatan tempat pembuangan sampah terpadu di daerah Bantuas.
“Saya akan membantu materialnya jika pemerintah kota lambat, saya bisa sumbang batu bata ataupun semen. Yang penting siapkan lokasinya, dan ada pembangunan supaya stimulus. Ini kemaslahatan umat jadi harus didahulukan, yang penting ada tempat sampah dulu. Pemerintah kota juga akan saya kasih tahu agar nanti ada truk sampah yang dikirim ke sini,” ucapnya. (editor: irfan)
