Pasuruan, infosatu.co – Ambruknya bangunan bertingkat di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur pada 29 September lalu menjadi perhatian serius Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo.
Menyikapi peristiwa tersebut, ia menegaskan pentingnya analisa kelayakan seluruh bangunan pondok pesantren di Kabupaten Pasuruan demi keamanan dan keselamatan bersama.
Penegasan itu disampaikan Mas Rusdi, (sapaan akrab Bupati Pasuruan) saat menghadiri Silaturrahim Pengurus Pondok Pesantren se-Kabupaten Pasuruan di Aula RSNU, Rabu 8 oktober 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Rusdi menegaskan bahwa analisa kelayakan bangunan bukanlah hal yang menakutkan, melainkan langkah positif untuk memastikan para santri dapat menimba ilmu dengan aman dan nyaman.
“Ini bagian dari kebijakan Pemerintah Pusat agar daerah juga melaksanakannya. Kami tegaskan bahwa analisa kelayakan bangunan ponpes bukan sesuatu yang mengerikan, tapi membantu semuanya,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Bupati meminta seluruh pondok pesantren untuk mengajukan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) maupun Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).
Ia menegaskan bahwa seluruh proses tersebut tidak dipungut biaya karena akan ditanggung oleh Pemerintah Daerah.
“Untuk kepengurusan SLF atau PBG, semua biayanya gratis, tidak ada biaya apapun. Pemerintah Daerah yang akan menyiapkan anggarannya,” terangnya.
Apabila hasil analisa menunjukkan bahwa suatu bangunan dinyatakan belum layak, Pemkab Pasuruan akan menggandeng Persatuan Insinyur Indonesia (PII) untuk memberikan rekomendasi teknis perbaikan.
Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan bangunan dan mencegah terulangnya kejadian serupa seperti di Ponpes Al Khoziny.
“Kami kumpulkan PII untuk membantu program ini. Kalau dari analisa, misalnya kayunya sudah keropos harus diganti, atau struktur bangunannya kurang kuat harus diperbaiki, maka itulah rekom terbaik demi keamanan bangunan pondok itu sendiri, biar tidak was-was,” tegasnya.
