Jakarta, infosatu.co – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim melakukan penjajakan kerja sama dengan Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) di Jakarta.
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan prestasi di bidang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di Kaltim. Rencana penjajakan tersebut pun dibeberkan Ketua III LPTQ Kaltim HM Jauhar Efendi.
“PTIQ merupakan perguruan tinggi pertama di dunia yang mengkhususkan kajian Al-Qur’an. Didirikan Tahun 1971. Dua tahun kemudian yaitu Tahun 1973 di Universitas Islam Madinah baru didirikan kajian yang sama dengan PTIQ,” jelasnya.
Institut PTIQ lanjut Jauhar, memiliki 4 fakultas yaitu Fakultas Syari’ah, Tarbiyah, Ushuluddin dan Dakwah.
Institut PTIQ memiliki jenjang S1, S2 dan S3. Keseluruhan jumlah mahasiswa dari seluruh jenjang sebanyak 5.000 mahasiswa.
Rencana kerja sama dalam jangka pendek, LPTQ Kaltim akan meminta dukungan para dosen yang mumpuni di bidangnya untuk datang ke Samarinda melatih para calon peserta MTQ.
“Nantinya, mereka ini akan dikirim mengikuti MTQ Nasional XXIX Tahun 2022 yang akan datang di Kota Banjarmasin. Idealnya pemusatan latihan, sekurang-kurangnya satu bulan penuh,” terangnya.
Sedangkan kerja sama dalam jangka panjang, LPTQ Kaltim akan bekerja sama dengan Pengelola Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) Tuntas.
“Kita akan mengirim calon mahasiswa yang sudah memiliki prestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan S1, S2 maupun S3 di Institut PTIQ di Jakarta,” tegasnya.
Berdasarkan penuturan dari pengelola PTIQ, semua provinsi yang masuk langganan 3 besar tingkat nasional, rata-rata jebolan PTIQ. Reputi alumnus PTIQ tidak perlu diragukan, karena selalu merebut juara MTQ Nasional maupun Internasional.
“Yang cukup menarik, PTIQ memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang memenuhi target hafalan 4 juz per semester. Beasiswa diberikan mulai semester 2 dan seterusnya (tahfidz penuh),” bebernya. (editor: irfan)
