infosatu.co
DISKOMINFO BONTANG

Lapangan Kerja Terbatas, DKUMPP Bontang Tanamkan Mindset Wirausaha ke Pelajar Lewat UMKM Goes to School

Teks: Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang Muh Takwin saat ditemui di ruangannya, Selasa, 10/3/2026. (Infosatu.co/Adi)

Bontang, infosatu.co – Setiap tahun ribuan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) memasuki dunia kerja.

Dengan sekitar 26 sekolah menengah atas dan kejuruan di kota ini, diperkirakan terdapat 2.600 hingga 5.000 lulusan baru setiap tahun yang bersaing mendapatkan pekerjaan.

Di sisi lain, jumlah lapangan kerja yang tersedia tidak selalu sebanding dengan jumlah lulusan yang terus bertambah.

Situasi tersebut membuat persaingan kerja semakin ketat. Tidak sedikit lulusan baru yang akhirnya kesulitan mendapatkan pekerjaan di sektor formal.

Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang, yang mulai mendorong perubahan pola pikir generasi muda agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan.

Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang Muh Takwin, mengatakan salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui program Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Goes to School, yaitu kegiatan edukasi kewirausahaan yang menyasar pelajar tingkat SMA dan SMK.

“Kita melihat selama ini banyak orang menjalankan usaha karena terpaksa, misalnya karena tekanan ekonomi atau tidak diterima bekerja di sektor formal. Itu yang ingin kita ubah mindset-nya,” ujar Takwin saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 10 Maret 2026.

Menurutnya, selama ini wirausaha sering dipandang sebagai pilihan terakhir setelah seseorang gagal mendapatkan pekerjaan formal.

Melalui program tersebut, DKUMPP ingin menanamkan pemahaman bahwa berwirausaha justru bisa menjadi pilihan utama bagi generasi muda.

“Kita coba masuk ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi bahwa menjadi pengusaha tidak harus menunggu gagal bekerja. Justru bisa menjadi pilihan utama sejak awal,” jelasnya.

Dalam kegiatan UMKM Goes to School, DKUMPP memberikan berbagai materi terkait peluang usaha, terutama yang berbasis digital.

Takwin menilai perkembangan teknologi dan media sosial membuka peluang besar bagi generasi muda untuk memulai usaha tanpa harus memiliki modal besar.

“Sekarang anak-anak muda sudah sangat dekat dengan media sosial seperti TikTok, Instagram, dan platform digital lainnya. Itu sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk berusaha,” katanya.

Ia menjelaskan melalui internet, seseorang bisa menjangkau pasar yang jauh lebih luas dibandingkan dengan metode usaha konvensional.

Jika dulu seseorang membuka toko fisik yang hanya melayani pelanggan di sekitar lokasi usaha, kini penjualan dapat dilakukan secara daring dengan jangkauan yang jauh lebih luas.

“Kalau dulu orang buka toko, yang beli paling orang yang lewat atau tetangga sekitar. Tapi kalau melalui internet, pasar kita bisa menjangkau seluruh daerah bahkan luar kota,” ujarnya.

Takwin juga mengenalkan berbagai konsep usaha digital kepada pelajar, termasuk affiliate marketing, yaitu menjual produk milik pihak lain melalui platform digital tanpa harus memiliki stok barang sendiri.

“Anak-anak juga kita jelaskan bahwa usaha itu tidak selalu membutuhkan modal besar. Bahkan ada model usaha seperti affiliate yang tidak membutuhkan stok barang. Kita hanya membantu menjual produk orang lain dan mendapatkan komisi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Takwin menilai perubahan teknologi juga akan berdampak besar terhadap dunia kerja di masa depan. Banyak pekerjaan yang bersifat manual diperkirakan akan semakin berkurang.

Ia mencontohkan berbagai profesi yang mulai tergantikan oleh sistem digital, seperti layanan pelanggan, operator, hingga berbagai pekerjaan administratif.

“Ke depan banyak pekerjaan manual yang akan hilang karena otomatisasi dan digitalisasi. Kalau kita tidak mempersiapkan generasi muda dari sekarang, mereka bisa kesulitan menghadapi perubahan itu,” katanya.

Karena itu, menurutnya penting bagi pelajar untuk mulai memahami konsep kewirausahaan sejak dini.

“Yang tidak akan pernah hilang itu adalah jualan. Tapi sekarang jualannya bisa melalui online maupun offline. Itu yang kita coba kenalkan kepada anak-anak sejak sekolah,” ujarnya.

Takwin mengungkapkan program UMKM Goes to School sudah mulai dilaksanakan di delapan sekolah di Kota Bontang.

Dari kegiatan tersebut, beberapa pelajar mulai menunjukkan ketertarikan terhadap dunia usaha.

“Sudah ada yang mulai bertanya soal permodalan dan bagaimana memulai usaha. Artinya mereka mulai tertarik,” katanya.

Ia berharap melalui program tersebut generasi muda di Bontang dapat memiliki alternatif pilihan karier selain bekerja di sektor formal.

“Kalau mindset ini bisa berubah sejak sekolah, maka ke depan mereka tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja bagi orang lain,” pungkasnya. (Adv)

Related posts

Tak Lagi Disebut Pelaku, Kini Istilahnya Pengusaha UMKM

Rizki

Pemkot Bontang Siapkan Warung Tekan Inflasi Jelang Idulfitri untuk Stabilkan Harga Bahan Pokok

Rizki

Pemkot Bontang Komitmen Pertahankan PPPK Paruh Waktu Meski TKD Turun

Rizki

You cannot copy content of this page