infosatu.co
DISKOMINFO BONTANG

Kredit Bontang Kreatif Baru Sentuh 117 Usaha dari Target 500 UMKM per Tahun

Teks: Kepala DKUMPP Kota Bontang, Eko Arisandi saat memberikan keterangan kepada awak media. (Infosatu.co/Adi)

Bontang, infosatu.co – Program Kredit Bontang Kreatif yang digagas Pemerintah Kota Bontang Kalimantan Timur (Kaltim) untuk mendorong pertumbuhan usaha mikro, ternyata belum menunjukkan hasil yang optimal.

Hingga kini, jumlah pelaku usaha yang berhasil mengakses pembiayaan tersebut masih jauh dari target yang dicanangkan pemerintah.

Dari sekitar 24 ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang tercatat di Kota Bontang, baru 117 pelaku usaha yang tercatat menerima fasilitas kredit tersebut.

Berdasarkan data dalam Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Pemkot Bontang, dari total anggaran sebesar Rp12 miliar yang disiapkan untuk program ini, realisasi penyaluran kredit baru mencapai sekitar Rp1,5 miliar.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang, Eko Arisandi, mengatakan rendahnya serapan program tersebut tidak lepas dari proses seleksi ketat yang dilakukan pihak perbankan.

Menurutnya, berbagai aspek menjadi pertimbangan bank dalam memberikan persetujuan kredit, terutama terkait riwayat pinjaman calon debitur.

“Termasuk pinjol dan sebagainya. Karena itu kreditur dalam hal ini Bankaltimtara pasti akan menghitung likuiditas dari permintaan kredit,” ujarnya saat dihubungi, Kamis, 9 April 2026.

Eko menjelaskan, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk menentukan apakah pengajuan kredit disetujui atau tidak. Peran pemerintah, kata dia, lebih banyak berada pada tahap verifikasi administrasi awal.

“Namun keputusan akan memberikan kredit itu tetap ada di pihak bank. Kita hanya di administrasi saja, seperti memastikan jenis usaha atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI),” tegasnya.

Di sisi lain, Wali Kota Neni Moerniaeni mengakui capaian program tersebut masih jauh dari target awal yang telah ditetapkan pemerintah.

Ia menuturkan, program Kredit Bontang Kreatif sebenarnya dirancang untuk mendorong lahirnya pelaku usaha baru sekaligus memperkuat usaha mikro yang sudah berjalan.

“Target saya kan kalau bisa setiap tahun ada 500 UMKM supaya pertumbuhan ekonomi juga bagus. Tapi kan bank juga takut, nanti bank juga dapat sanksi dari Bank Indonesia (BI),” ujarnya.

Menurut Neni, kehati-hatian pihak perbankan menjadi salah satu faktor utama yang membuat penyaluran kredit berjalan lambat. Banyak pengajuan yang tidak lolos karena terbentur riwayat kredit calon debitur.

“Saya sih pantau terus. Tapi memang banyak yang gugur di BI Checking Otoritas Jasa Keuangan. Perbankan juga tidak mau uang itu disalahgunakan,” jelasnya.

Program Kredit Bontang Kreatif sendiri disalurkan melalui Bankaltimtara dengan plafon pinjaman maksimal hingga Rp25 juta untuk setiap debitur.

Program ini ditujukan bagi pelaku usaha produktif di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, jasa, hingga ekonomi kreatif. Skema pembiayaan tersebut juga menawarkan bunga nol persen karena disubsidi oleh pemerintah daerah.

Meski memiliki tujuan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, capaian program yang masih rendah menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah.

Neni memastikan pemerintah akan terus melakukan evaluasi agar program tersebut dapat menjangkau lebih banyak pelaku UMKM di Kota Bontang.

“Kita akan terus evaluasi. Harapannya ke depan penyaluran bisa lebih optimal dan menjangkau lebih banyak pelaku UMKM,” pungkasnya. (Adv)

Related posts

Kredit Bontang Kreatif Sulit Diakses, UMKM Keluhkan Syarat dan BI Checking

Rizki

Pemkot Bontang Nilai Belum Tertata, Pulau Beras Basah Dibuka untuk Dikelola Swasta

Rizki

Anggaran Terbatas, Usulan Musrenbang Kota Bontang Dipangkas Jadi Satu Tiap Kecamatan

Rizki

You cannot copy content of this page