Penulis: Dina – Editor: Irfan
Samarinda, Infosatu.co – Penetapan tarif Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) kembali dikeluhkan. Bukan hanya oleh pemilik kendaraan pribadi, pelaku transportasi bus pun mengeluhkan mahalnya tarif tol tersebut.
Apalagi beberapa tahun terakhir ini jumlah penumpang sudah sangat jauh berkurang. Keadaan makin parah saat pandemi Covid-19, beberapa bulan terakhir.
“Sebenarnya bagus, Kaltim sudah punya tol, agar transportasi bisa lebih hemat. Tapi kalau tarifnya mahal, tetap sulit bagi kami,” ujar Koordinator Terminal Pulau Indah Jaya (PIJ) Samarinda, Dominggus Leo, Minggu (21/6/2020).
Diakuinya, seharusnya kehadiran tol ini membantu. Apalagi jika melihat jalan arteri yang ada sudah cukup padat. Tapi tarif Rp 1.200 per kilometer bagi kendaraan Golongan I dinilai cukup memberatkan.
“Tapi mau diapakan lagi, jika pemerintah telah menetapkan tarif segitu,” keluhnya pasrah.
Apalagi kondisi ekonomi dunia saat ini masih terpuruk akibat Covid-19. Hal itu makin memberatkan mereka yang penghasilannya hanya bergantung pada bisnis angkutan umum.
Khusus PIJ, mereka sudah bersepakat untuk tetap menggunakan jalur tol. Meski diakuinya akan sangat berat jika dibebankan kepada sopir bus.
“Apalagi sekarang penumpang yang bepergian sangat kurang,” sambungnya.
Dengan tarif tol yang sudah berlaku tersebut, maka sedikitnya harus ada 16 penumpang agar bus bisa berangkat. Di bawah 16 penumpang, bus belum bisa berangkat karena tidak akan mencukupi biaya BBM dan tarif tol.
“Pemberangkatan juga sudah kami kurangi. Dari Balikpapan-Samarinda misalnya, yang biasa tiga kali perjalanan, tinggal satu kali saja,” tutupnya.
