infosatu.co
KALTIM

Kominfo Kaltim Kejar Tuntas Internet Gratis 841 Desa, 802 Sudah Terpasang

Teks: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kaltim, Muhammad Faisal (Infosatu.co/Firda)

Samarinda, infosatu.co – Dalam jumpa pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kalimantan Timur (Kaltim), Kepala Dinas Kominfo, Muhammad Faisal memaparkan perkembangan terbaru program internet gratis untuk desa.

Diungkapkan, hingga awal Maret, sebanyak 802 dari total 841 desa atau sekitar 95,4 persen telah terpasang jaringan internet, sementara 39 desa lainnya masih dalam tahap progres dan ditargetkan tuntas dalam waktu dekat.

Muhammad Faisal menegaskan seluruh pembiayaan program ini ditanggung Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Kominfo. Desa tidak dibebankan biaya apa pun.

“Kontrak dengan provider, jadi tidak ada membebankan kepada desa. Ya, ada dua, tiga desa yang melapor kepada kami mempertanyakan itu,” ujarnya, Senin, 2 Maret 2026.

Ia menambahkan, apabila ada provider yang menagihkan biaya kepada desa, hal tersebut kemungkinan hanya kesalahan administratif.

“Kalau-kalau ada provider yang benar-benar menagihkan, mungkin salah administratif atau apa, tolong jangan ditanggapi. Semua ditanggungjawab Pemerintah Provinsi dalam hal ini Dinas Kominfo,” tegasnya.

Berdasarkan paparan progres per kabupaten, capaian pemasangan cukup signifikan di sejumlah daerah.

Mahakam Ulu telah 50 dari 50 desa terpasang. Kutai Barat 167 dari 190 desa. Paser 131 dari 139 desa. Penajam Paser Utara sudah 30 dari 30 desa.

Sementara itu, Kutai Kartanegara telah terpasang 188 dari 193 desa, Kutai Timur 136 dari 139 desa, dan Berau 99 dari 100 desa.

Adapun 39 desa yang masih dalam tahap pemasangan tersebar di Berau (1 desa), Kutai Barat (23 desa), Kutai Kartanegara (5 desa), Kutai Timur (2 desa), dan Paser (8 desa).

Faisal optimis seluruhnya dapat diselesaikan pada semester pertama tahun ini. “Insyaallah di semester satu semuanya akan kita selesaikan,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Kominfo menggunakan tiga metode penyambungan jaringan, yakni fiber optik, seluler, dan satelit.

Sebanyak 439 desa menggunakan fiber optik, 131 desa melalui jaringan seluler, dan 232 desa menggunakan satelit.

“Memang yang paling kencang fiber optik pasti,” ujar Faisal.

Untuk fiber optik, distribusi pemasangan antara lain Telkom Indonesia 152 desa, Telkomsel 152 desa, Comtelindo 84 desa, dan Icon+ 50 desa. Pada jaringan seluler, Telkomsel menangani 131 desa.

Sementara untuk satelit yang mencakup 232 desa, terdiri dari Telkomsat 78 desa, Icon+ 23 desa, Bestnet 118 desa, dan PSN (Pasifik Satelit Nusantara) 13 desa.

Meski progres hampir tuntas, tantangan masih dihadapi terutama di desa-desa yang belum memiliki akses listrik PLN.

Dari 23 desa tersisa di Kutai Barat, sebanyak 14 desa diketahui belum memiliki akses listrik PLN berdasarkan data roadmap PLN November 2024.

Menurut Faisal, kondisi ini membuat pemasangan dan operasional internet tidak bisa berjalan optimal.

“Nah, ini repot ini kalau enggak ada listriknya. Walaupun banyak juga desa yang tetap meminta walaupun tidak ada listrik,” katanya.

Beberapa desa menyiasatinya dengan menggunakan genset, tenaga surya, hingga Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Namun, penggunaan genset membuat layanan tidak berjalan penuh.

“Mereka kadang-kadang menggunakan genset, jadi tidak jalan full. Genset-nya mati, ya mati juga internetnya,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan komitmen Kominfo untuk menuntaskan program ini.

“Apapun itu, tugas kami adalah memasangkan internet di setiap 841 desa,” tutup Faisal.

Related posts

Subhan, Direktur CV Afisera: Terima Pengembalian Mobil Dinas, Tak Ada Pihak Dirugikan

Firda

Pengadaan Mobil Dinas Gubernur Dibatalkan, Pastikan Dana Kembali Utuh

Firda

Respons Kritik Publik, Gubernur Kaltim Batalkan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar

Andika

You cannot copy content of this page