Penulis: Asih – Editor: irfan
Balikpapan, infosatu.co – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Balikpapan mengimbau kepada orang terkonfirmasi positif tanpa gejala (OTG) untuk melakukan isolasi mandiri di Asrama Haji Balikpapan. Fasilitas isolasi mandiri ini disediakan Pemerintah Kota Balikpapan.
Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mempercepat kesembuhan pasien dan mencegah penularan di lingkungan keluarga. Apalagi klaster keluarga di Balikpapan sudah mencapai 108 kasus.
“Jika terdapat lansia, bayi atau ibu hamil di rumah sebaiknya jangan melakukan isolasi mandiri, karena mereka rentan tertular,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarti di Kantor Wali Kota, Sabtu (12/9/2020).
Menurutnya, kapasitas untuk isolasi mandiri di asrama haji sebanyak 130 tempat tidur yang terbagi dalam 4 gedung asrama. SDM dan berbagai fasilitas penunjang pun sudah disiapkan.
“Selain menempatkan dokter jaga dan perawat serta ambulans, Asrama Haji Balikpapan juga memiliki petugas gizi yang memantau asupan gizi ke pasien. Ada pula petugas sanitasi tersendiri dan penjagaan 24 jam”, urainya.
Dengan area asrama haji yang luas dan memiliki kawasan terbuka pasien yang menjalani isolasi mandiri juga dapat berkegiatan seperti senam maupun aktivitas lainnya, sehingga diharapkan mereka tidak bosan dan tidak terus-terusan di kamar dan semua wilayah sudah terbagi dalam beberapa zona dan memiliki penjagaan ketat sehingga pasien tidak dapat keluar asrama sampai waktu isolasi selesai.
“Sampai kemarin pasien yang melakukan isolasi mandiri di Asrama Haji Balikpapan sebanyak 21 orang,” ungkapnya.
