Penulis: Lydia – Editor: Putri
Samarinda, infosatu.co – Perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2020 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda, punya syarat wajib yang harus dipenuhi oleh pendaftar.
Terkait syarat yang wajib dipenuhi pendaftar, Ketua KPU Samarinda Firman Hidayat umumkan beberapa syarat.
“Dari juknis yang ada saat ini, memang tidak menggunakan Computer Assisted Test (CAT) untuk pola perekrutan. Kami masih menggunakan ujian tertulis,” ungkapnya, di Kantor KPU Samarinda Jalan Ir. Juanda, Kamis (02/01/2020).
Dijelaskannya, bahwa proses ujian ini masih dipikirkan teknisnya.
“Secara teknis akan dirumuskan, yaitu bagaimana caranya agar mengetahui jawaban dari peserta tersebut, mencerminkan bahwa mereka paham soal kepemiluan,” jelasnya.
Firman menyatakan bahwa untuk sukseskan Pemilu 2020, dibutuhkan sebanyak 50 orang dalam perekrutan PPK.
“Kita butuh 5 orang dalam 1 kecamatan,” ucap Firman.
Sesuai dengan keputusan KPU Nomor 532 Tahun 2019 tentang petunjuk teknis pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
“Adapun 14 syarat untuk bisa mengikuti perekrutan PPK seperti, minimal berusia 17 tahun, harus WNI, mempunyai integritas, pribadi yang kuat,
jujur dan adil,” katanya.
Ia melanjutkan, pendaftar tidak berasal dari anggota partai politik, berdomisili dalam wilayah kerja PPK.
“Tidak berada dalam ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara pemilu, tidak menjadi tim kampanye salah satu pasangan calon,” sambungnya.
Namun juga katanya, informasi dari keputusan KPU nomor 532 sekarang ini telah dirancang KPU RI tentang Peraturan KPU (PKPU).
“Dalam waktu dekat terbit juknis perekrutan PPK-nya. Apakah munggunakan CAT atau tidak, tapi gambarannya tidak melenceng dari apa yang sudah ada,” katanya.
Lebih lanjut, informasi yang diterima oleh Firman bahwa ada batasan usia maksimal, yakni 60 tahun.
“Jadi, warga Samarinda yang ingin jadi PPK silahkan mendaftar, kami perlu sebanyak-banyaknya untuk bisa terlibat dalam Pilwali 2020,” tegasnya.
Ketua KPU Samarinda, ingin menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dalam Pilwali 2020.
“Semua ini upaya agar sesuai harapan warga Samarinda, karena kami mengemban amanah tersebut dengan dana dari kota Samarinda. Setidaknya, menghasilkan calon pemimpin 5 tahun kedepan untuk memajukan kota Samarinda,” tutupnya.
