Samarinda, Infosatu.co — Ketua Kampung Dongeng Etam Fitri Susilowati mengajak para guru di Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan penulisan Al-Qur’an secara tulis tangan.

Dalam kegiatan tersebut, Fitri menjelaskan bahwa program penulisan Al-Qur’an tulis tangan merupakan kegiatan literasi religius yang sebelumnya telah dilakukan oleh para siswa di beberapa sekolah.
Ia menyebutkan bahwa pada tahun sebelumnya kegiatan serupa telah dilaksanakan oleh para pelajar, sehingga kali ini para guru diberikan kesempatan untuk merasakan pengalaman yang sama.
“Kalau tahun lalu yang melakukan penulisan Al-Qur’an adalah anak-anak sekolah, hari ini giliran bapak dan ibu guru yang mencoba melakukannya,” ujar Fitri, Sabtu 7 Maret 2026.
Fitri menjelaskan bahwa konsep penulisan Al-Qur’an yang dilakukan dalam kegiatan tersebut menggunakan pola tulisan yang telah disiapkan sebelumnya. Para peserta hanya perlu menyalin ayat Al-Qur’an sesuai dengan contoh yang tersedia.
Menurutnya, metode tersebut dibuat agar memudahkan peserta dalam menulis sekaligus menjaga kerapian tulisan yang dihasilkan.
“Al-Qur’an ini ditulis dengan pola atau template yang sudah disediakan, sehingga peserta tinggal mengikuti dan menuliskannya kembali,” jelasnya.
Ia juga menceritakan bahwa program tersebut berawal dari upaya untuk menghadirkan Al-Qur’an tulis tangan sebagai bentuk karya literasi. Pada tahap awal, program ini diuji coba di lima sekolah di Samarinda.
Sekolah yang terlibat dalam uji coba tersebut antara lain Sekolah Menengah Pertama (SMP) Darussalam, SMP Madinah, SMP Mundova, SMP 17, serta salah satu sekolah Muhammadiyah.
Dari hasil pelaksanaan sebelumnya, Fitri menyebutkan para siswa yang tinggal di lingkungan pesantren mampu menyelesaikan satu halaman tulisan Al-Qur’an dalam waktu sekitar 35 menit.
Sementara itu, siswa dari sekolah umum rata-rata membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk menyelesaikan satu halaman.
Dalam kegiatan kali ini, para guru diberikan tantangan untuk menyelesaikan penulisan satu halaman dalam waktu sekitar 60 menit.
“Untuk bapak dan ibu guru hari ini tantangannya sekitar 60 menit. Kita lihat nanti bagaimana hasilnya,” katanya.
Fitri berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi aktivitas menulis semata, tetapi juga dapat menumbuhkan semangat literasi serta kecintaan terhadap Al-Qur’an di kalangan pendidik.
Menurutnya, keterlibatan guru juga penting agar program serupa dapat terus berkembang di lingkungan sekolah.
