Kota Pasuruan, infosatu.co – Momentum Hari Ibu dimaknai Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), Vita Suci Rahayu, S.Sos sebagai refleksi tentang kekuatan perempuan dalam membangun bangsa, termasuk dalam menjaga kualitas demokrasi.
Sosok yang kini memimpin lembaga pengawas pemilu di Kota Pasuruan itu menegaskan bahwa perempuan memiliki kapasitas besar untuk berkontribusi pada penguatan nilai keadilan, integritas, dan keterlibatan publik dalam pada Pemilu di Pasuruan Jatim.
Vita bukan sekadar pejabat publik. Ia adalah ibu dari lima anak yang telah menempuh perjalanan panjang dalam dunia pemberdayaan perempuan.
Sejak tahun 2014 hingga 2019, Vita terlibat aktif dalam program “Jalan Lain Menuju Sejahtera – Program Feminisasi Kemiskinan Provinsi Jawa Timur” sebagai koordinator pendamping Kabupaten Pasuruan selama 5 tahun berturut-turut, yang berfokus pada penguatan ekonomi perempuan dan kelompok rentan.
Selain kiprah sosialnya, Vita juga turut mengembangkan sektor ekonomi kreatif melalui usaha sulam bordir dengan brand Miyshaide, yang mempekerjakan dan memberdayakan perempuan agar mampu mandiri secara ekonomi.
Perjalanan itulah yang membentuk pandangannya bahwa perempuan harus diberi ruang untuk berkembang, bukan hanya di ranah domestik, tetapi juga dalam ruang publik.
“Perempuan memiliki kekuatan mental, ketangguhan, dan kepedulian yang luar biasa. Jika diberi kesempatan, perempuan tidak hanya mampu berdiri sejajar, tapi juga berperan sebagai penggerak perubahan,” ujar Vita.
Dalam dunia kepemiluan, Vita yang juga merupakan lulusan SMA Negeri 1 Kota Pasuruan ini telah menapaki jenjang karier secara bertahap sejak Pilwali Kota Pasuruan tahun 2015, mulai dari PPS, PPK, Panwascam, hingga kini dipercaya menjadi Ketua Bawaslu Kota Pasuruan.
Pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa kehadiran perempuan dalam pengawasan pemilu memberi warna baru yang lebih sensitif terhadap persoalan sosial, etika, dan kemanusiaan.
“Perempuan bukan pelengkap. Perempuan adalah bagian penting dari tulang punggung demokrasi. Ketika perempuan terlibat, maka sistem pengawasan menjadi lebih inklusif dan humanis,” tegasnya.
Di tengah amanah besar sebagai pimpinan lembaga negara, Vita tetap menjalankan perannya sebagai ibu dan istri. Namun baginya, hal tersebut bukan beban, melainkan sumber kekuatan.
“Menjadi ibu tidak menghalangi perempuan untuk berkarya. Justru dari keluarga, saya belajar ketulusan dan tanggung jawab yang kemudian saya bawa dalam menjalankan tugas publik,” tuturnya.
Pada peringatan Hari Ibu ini, Vita berharap semakin banyak perempuan yang percaya diri, berdaya, dan mengambil peran strategis baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan bernegara.
