infosatu.co
NASIONAL

Kerja Sama Keuangan Indonesia-China Membuat Perdagangan dan Investasi Jadi lebih Efisien

Teks: Luhut Binsar Pandjaitan, ketua Dewan Ekonomi Nasional menyampaikan pidato dalam acara dialog bisnis multilateral fokus pada transaksi mata uang lokal di Jakarta pada 10 April 2026. (Xinhua/Agung Kuncahya B.)

Jakarta, infosatu.co- Ketua Dewan Ekonomi Nasional Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan kerja sama keuangan Indonesia-China membuat perdagangan dan investasi menjadi lebih efisien serta memperkuat kepercayaan dan ketahanan likuiditas Indonesia di tengah ketidakpastian eksternal.

“Pola perdagangan sedang bergeser. Rantai pasok sedang dikalibrasi ulang. Modal menjadi lebih selektif,” ujar Luhut, pada Jumat, 10 April 2026..Seraya menambahkan kerja sama regional yang lebih kuat, termasuk jaring pengaman keuangan regional yang lebih kredibel, menjadi semakin penting.

Penyelesaian transaksi dengan mata uang lokal dapat mengurangi biaya transaksi, meningkatkan prediktabilitas, dan mengurangi paparan terhadap volatilitas nilai tukar. Ia sampaikan dalam sebuah dialog bisnis multilateral yang berfokus pada transaksi mata uang lokal di Jakarta.

“Pada tingkat yang lebih dalam, ini tentang ketahanan, memastikan bahwa arsitektur ekonomi kita berkembang seiring perubahan dunia, dan perekonomian kita memiliki ruang gerak yang lebih besar di masa ketidakpastian,” ujarnya.

Indonesia dan China memperbarui perjanjian pertukaran mata uang (swap) bilateral mereka pada Januari 2025, dengan meningkatkan jalur pertukaran menjadi 400 miliar yuan (1 yuan = Rp2.503).

Yang Jun, wakil presiden Bank of China, menyampaikan Indonesia, sebagai perekonomian terbesar di ASEAN, memainkan peran penting dalam mempromosikan kerja sama regional dan mekanisme penyelesaian transaksi dengan mata uang lokal.

Mekanisme penyelesaian transaksi dengan mata uang lokal (Local Currency Settlement/LCS) China-Indonesia diluncurkan pada 2021 dan ditingkatkan menjadi mekanisme transaksi dengan mata uang lokal (Local Currency Transaction/LCT) pada 2025.

“Memperluas cakupan penyelesaian transaksi dengan mata uang lokal dari perdagangan dan investasi ke seluruh bidang neraca pembayaran,”ungkap Yang Jun.

Sebagai pembuat pasar lintas mata uang yang diotorisasi di bawah mekanisme LCT Indonesia-China dan Indonesia-Thailand-Malaysia, Bank of China telah memfasilitasi penyelesaian transaksi dengan mata uang lokal bilateral bagi sekitar 200 perusahaan China dan Indonesia.

Bank of China akan bekerja sama erat dengan bank-bank sentral, otoritas regulasi, dan lembaga keuangan sejenis untuk terus meningkatkan mekanisme LCT regional, melakukan inovasi lebih lanjut pada produk-produk renminbi, memberikan dukungan pembiayaan renminbi bagi entitas pasar luar negeri, membantu perusahaan menggalang dana renminbi melalui penerbitan obligasi panda

“Kami menawarkan solusi komprehensif yang mencakup lindung nilai tukar dan alokasi aset, sehingga meningkatkan fasilitasi investasi, pembiayaan, dan penyelesaian transaksi lintas perbatasan,”papar Yang Jun.

Li Hongwei, minister counselor dari Kedutaan Besar China di Indonesia, menuturkan nilai perdagangan bilateral antara kedua negara telah melampaui angka bersejarah 150 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.083) pada 2025, dengan mencapai 167,49 miliar dolar AS. Investasi langsung China di Indonesia juga mencapai 7,5 miliar dolar AS.

“Institusi keuangan dari kedua belah pihak telah bekerja sama erat untuk membangun sebuah sistem layanan keuangan multitingkat, yang mendukung pembangunan sejumlah proyek kerja sama penting,”tutur Li

Related posts

ADB Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen Tahun 2026

Emmy Haryanti

Menlu Sugiono Sambut Baik Upaya China-Pakistan Prioritaskan Dialog dan Diplomasi

Emmy Haryanti

Keseruan Ajang Muse Super Anime Pop Up 2026 di Jakarta

Emmy Haryanti