Samarinda, infosatu.co – Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (TPH) Kalimantan Timur (Kaltim) mengaku rutin melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke pasar untuk memantau pergerakan harga sekaligus mengantisipasi lonjakan yang tidak terkendali menjelang Hari Raya Idulfitri.
Kepala Dinas Pangan TPH Kaltim, Fahmi Himawan mengakui, menjelang hari besar keagamaan nasional memang terjadi kenaikan pada beberapa komoditas pangan.
Karena itu, pengawasan dilakukan melalui Satgas pengendalian harga, mutu, dan keamanan pangan.
“Memang ada kenaikan-kenaikan. Karena itu tugas dari satgas pengendalian harga tadi, mutu pangan dan kualitas pangan untuk mengingatkan,” ujarnya, Rabu, 11 Maret 2026.
Fahmi menegaskan pengawasan terhadap harga pangan di pasar terus dilakukan.
“Jika ditemukan pedagang atau distributor yang menetapkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), maka akan diberikan teguran,” jelasnya
Ia menambahkan, sanksi tersebut tidak hanya sebatas teguran. Jika pelanggaran terus terjadi, tindakan yang lebih tegas dapat diberikan.
“Bahkan bukan hanya teguran, nanti juga sampai kepada tindakan yang kaitannya dengan pembekuan atau pencabutan izin jual mereka kalau itu memang resmi,” tegasnya.
Terkait komoditas yang mengalami kenaikan harga, Fahmi menyebut cabai menjadi salah satu bahan pangan yang saat ini relatif tinggi di pasaran.
“Saya belum update yang terakhir, tapi relatif memang yang tinggi itu seperti cabai,” jelasnya.
Sementara itu, untuk komoditas seperti beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng masih dinilai lebih terkendali karena adanya pasokan dan pengawasan dari Perum Bulog.
Meski demikian, ia menilai kenaikan harga pada beberapa komoditas di luar pasokan Bulog juga dipengaruhi oleh faktor produksi serta kesempatan tertentu yang dimanfaatkan petani untuk memperoleh keuntungan lebih.
“Petani kita juga berharap bisa mendapatkan keuntungan lebih pada momen-momen tertentu, tidak setiap tahun atau setiap bulan,” pungkasnya.
