Pasuruan, infosatu.co – Kegiatan JAWARA (Jagongan Bareng Wakil Rakyat) yang digelar di Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Pasuruan, Jawa Timur, menjadi ruang dialog langsung antara masyarakat dan wakil rakyat.
Forum tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk silaturahmi, tetapi juga untuk menyerap berbagai aspirasi terkait pendidikan, infrastruktur, dan pembangunan daerah.
Ketua Samsul Hidayat menegaskan bahwa kegiatan semacam ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat komunikasi dengan masyarakat.
Menurutnya, setiap masukan yang disampaikan warga akan menjadi bahan evaluasi dan dasar pengambilan kebijakan di tingkat legislatif.
“Alhamdulillah, kegiatan JAWARA ini menjadi ruang silaturahmi dan dialog langsung dengan masyarakat. Kami di DPRD berkomitmen mendengar setiap aspirasi,” katanya.
“Khususnya terkait penguatan pendidikan Madrasah Diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) serta pembangunan yang berdampak langsung bagi warga,” katanya.
“Sinergi antara pemerintah dan masyarakat harus terus diperkuat agar setiap persoalan dapat dicarikan solusi bersama,” ujarnya, Minggu 1 Maret 2026.
Dalam kesempatan tersebut, berbagai isu mengemuka, mulai dari penanganan banjir, perbaikan infrastruktur jalan, hingga dukungan terhadap pendidikan non-formal.
Samsul menjelaskan bahwa sejumlah kendala teknis, seperti kewenangan lintas instansi, kerap menjadi tantangan dalam penyelesaian masalah di lapangan.
Meski demikian, pihaknya berjanji akan terus mendorong koordinasi agar solusi dapat segera ditemukan.
Forum JAWARA juga menjadi ajang transparansi kinerja legislatif. Samsul memaparkan bahwa DPRD Kabupaten Pasuruan telah menyelesaikan pembahasan sejumlah Rancangan Peraturan Daerah yang kini memasuki tahap verifikasi.
Proses tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaga legislatif dalam menghadirkan regulasi yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Warga yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka menilai forum dialog seperti JAWARA dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat, sehingga setiap permasalahan dapat disampaikan secara langsung dan dicarikan solusi bersama.
Dengan adanya komunikasi yang terbuka, diharapkan sinergi antara wakil rakyat dan masyarakat semakin kuat.
Hal ini akan mendukung terciptanya kebijakan yang lebih responsif dan berdampak positif bagi pembangunan Kabupaten Pasuruan.
