Kunming, infosatu.co – Jalur Kereta China-Laos membukukan pertumbuhan solid dalam perdagangan kargo lintas perbatasan, dengan nilainya pada kuartal pertama (Q1) 2026 melonjak 62,7 persen secara tahunan (yoy) menjadi 6,81 miliar yuan (1 yuan = Rp2.491) atau sekitar 992 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp17.009), rekor tertinggi untuk periode tersebut.
Dari Januari hingga Maret tahun ini, nilai ekspor produk fotovoltaik meningkat 43,2 kali lipat (yoy) menjadi 1,19 miliar yuan, sementara nilai impor buah-buahan segar dan kering meningkat dua kali lipat menjadi 500 juta yuan, menurut Bea Cukai Kunming di Yunnan, provinsi perbatasan di China barat daya.
“Jalur kereta itu menjelma menjadi koridor dua arah yang efisien bagi barang-barang manufaktur China yang bergerak ke selatan dan produk khas Asia Tenggara yang mengarah ke utara,” urai pihak Bea Cukai tersebut.
Sejak peluncurannya, total nilai impor dan ekspor via jalur kereta itu telah melampaui 80 miliar yuan per Selasa. 7 April 2026.
Jalur kereta itu kini melayani lebih dari 6.000 perusahaan di seluruh China, dengan pengaruh perdagangannya menjangkau 19 negara dan kawasan, termasuk Laos dan Thailand. Variasi barang yang diperdagangkan telah meningkat dari sekitar 500 kategori pada awal pengoperasiannya menjadi lebih dari 3.800.
Bea Cukai Kunming telah menerapkan berbagai langkah untuk memfasilitasi perdagangan perbatasan di sepanjang jalur kereta itu.
Jalur Kereta China-Laos, proyek unggulan kerja sama Sabuk dan Jalur Sutra yang berkualitas tinggi, mulai beroperasi pada Desember 2021. Jalur kereta sepanjang 1.035 kilometer itu menghubungkan Kunming di China dengan Vientiane di Laos.
