Samarinda, infosatu.co – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) serta buku daftar alokasi transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) tahun 2022 untuk seluruh kepala daerah di Indonesia dan 82 K/L.

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan bahwa untuk menghadapi ketidakpastian tahun 2022 ini. Pemerintah tetap harus merancang APBN tahun 2022 yang responsif, antisipasif dan juga fleksibel.
“Selalu berinovasi dan mengantisipasi berbagai perubahan yang terjadi dengan tetap menjaga tata kelola secara baik,” ungkapnya.
APBN 2022 memiliki peran sentral, sebagai tuan rumah G20. Oleh sebab itu, Indonesia harus menunjukkan kemampuan dalam menghadapi perubahan iklim, terutama dalam pengurangan emisi dan gerakan perbaikan lingkungan secara berkelanjutan.
“Kita harus menunjukan aksi nyata dan komitmen pada green dan sustainable ekonomi. Selain itu APBN 2022 juga harus mendorong kebangkitan ekonomi nasional dan mendukung reformasi struktural,” jelasnya.
Pemerintah pusat pun akan fokus pada enam kebijakan utama seperti melanjutkan pengendalian Covid-19 dengan tetap memprioritaskan sektor kesehatan.
Kedua, menjaga keberlanjutan program perlindungan sosial bagi masyarakat kurang mampu dan rentan. Ketiga, peningkatan SDM yang unggul. Keempat, melanjutkan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kemampuan adaptasi teknologi.
Kelima, penguatan disentralisasi fiskal untuk peningkatan dan pemerataan kesejahteraan antar daerah. Keenam, melanjutkan reformasi penganggaran dengan menerapkan zero fast budgeting agar belanja lebih efisien.
“Sekali lagi di tahun 2022 kita harus tetap mempersiapkan diri menghadapi risiko pandemi Covid-19 yang masih membayangi dunia kita Indonesia,” katanya.
Menurutnya, ketidakpastian bidang kesehatan dan perekonomian harus menjadi basis dalam membuat perencanaan serta melaksanakan program.
“Dengan ini saya serahkan DIPA dan buku daftar alokasi transfer ke daerah dan dana desa tahun 2022,” ucapnya.
Gubernur Kaltim Isran Noor yang menghadiri kegiatan tersebut secara virtual, membenarkan bahwa hari ini ia mengikuti upacara penyerahan DIPA serta buku daftar alokasi transfer ke daerah dan dana desa tahun 2022 secara virtual.
“Tadi diikuti para gubernur, bupati/wali kota seluruh Indonesia. Kalau di Jakarta kan dihadiri oleh para menteri, nah kita menghadiri secara virtual,” paparnya.
Disinggung berapa besaran dana transfer untuk Kaltim, pria kelahiran Sangkulirang tersebut enggan berkomentar.
“Oh itu nanti dibahas di DPRD, setelah itu baru kita umumkan. Begitu juga dengan DD, masih sama mirip-mirip seperti tahun lalu,” tegasnya. (editor: irfan)
