infosatu.co
DISKOMINFO BONTANG

Ida Idris: Penanganan Banjir di Bontang Barat Jadi Prioritas Usulan Pembangunan

Teks: Camat Bontang Barat Ida Idris, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 11/3/2026. (Infosatu.co/Adi)

Bontang, infosatu.co – Penanganan banjir menjadi salah satu prioritas utama dalam usulan pembangunan di wilayah Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim).

Hal ini disampaikan Camat Bontang Barat Ida Idris, yang menyebut persoalan banjir menjadi perhatian serius setelah sejumlah wilayah terdampak genangan cukup tinggi beberapa waktu lalu.

Menurut Ida, berbagai usulan pembangunan dari masyarakat biasanya disampaikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang melibatkan Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW) dan kelurahan.

Namun untuk tahun ini, perhatian utama diarahkan pada upaya mengurangi dampak banjir yang sempat melanda beberapa kawasan di Bontang Barat.

“Kalau dari Musrenbang tentu banyak usulan dari RT dan RW terkait pembangunan di wilayah masing-masing. Namun yang kami prioritaskan saat ini adalah penanganan dampak banjir yang kemarin sempat cukup tinggi dan banyak warga yang terdampak,” ujar Ida Idris saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 11 Maret 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah kota melalui dinas terkait telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan banjir yang akan dilaksanakan secara bertahap, baik pada tahun ini maupun tahun berikutnya.

Upaya tersebut di antaranya melalui pembangunan serta perbaikan berbagai infrastruktur yang berkaitan langsung dengan pengendalian banjir, seperti drainase, jembatan, dan saluran air di sejumlah titik rawan genangan.

Menurut Ida, wilayah Bontang Barat memang memiliki potensi banjir karena dilalui aliran Sungai Bontang, sehingga beberapa kelurahan di kawasan tersebut kerap terdampak ketika intensitas hujan meningkat.

“Wilayah ini memang rawan karena dilalui Sungai Bontang. Salah satunya Kelurahan Api-Api yang menjadi salah satu wilayah dengan jumlah warga terdampak cukup besar ketika banjir terjadi,” jelasnya.

Selain pembangunan infrastruktur, pihak kecamatan juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama melalui kegiatan gotong royong membersihkan saluran air yang tersumbat.

Menurut Ida, langkah tersebut penting agar aliran air tetap lancar dan tidak memperparah potensi banjir ketika hujan deras turun.

“Kami juga mendorong masyarakat untuk rutin melakukan gotong royong membersihkan saluran air yang tersumbat agar aliran air tetap lancar,” katanya.

Ia menegaskan, penanganan banjir tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar.

“Kalau saluran air tersumbat tentu akan memperparah banjir. Karena itu perlu kerja sama semua pihak agar lingkungan tetap terjaga,” pungkasnya. (Adv)

Related posts

Gerakan Pangan Murah Bontang Sediakan 6 Ton Pangan dan 1.200 Sak Beras Bulog

Rizki

Baznas Bontang Himpun Zakat Rp8 Miliar, Rp2 Miliar Disalurkan Selama Ramadan

Rizki

Sabtu-Minggu Tetap Buka, Kecamatan Bontang Barat Hadirkan Layanan Administrasi On Call

Rizki

You cannot copy content of this page