infosatu.co
DISKOMINFO KALTIM

Heny Afriani: Ramadan Tak Boleh Jadi Alasan Turunnya Kinerja ASN

Teks: Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda Dinkes Provinsi Kaltim, Heny Afriani (Infosatu.co/Firda)

Samarinda, infosatu.co – Bulan Ramadan menjadi momentum bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk tetap menjaga integritas dan kualitas pelayanan, meski jam kerja mengalami penyesuaian.

Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim, Heny Afriani menjelaskan bahwa penyesuaian jam kerja mengacu pada surat edaran Gubernur Kalimantan Timur terkait penetapan jam kerja ASN selama Ramadan.

Selama Ramadan, jam kerja ASN di lingkungan Pemprov Kaltim berubah menjadi pukul 08.00 Wita hingga 15.30 Wita untuk hari Senin hingga Kamis.

Sementara pada hari Jumat, jam kerja dimulai pukul 08.00 Wita dan berakhir pukul 11.00 Wita.

Meski ada perubahan jam kerja, Heny menegaskan bahwa beban pekerjaan tetap berjalan sebagaimana hari biasa.

“Secara umum, beban pekerjaan tetap berjalan normal. Namun, pola kerja saja yang diatur lebih efektif agar tetap produktif tanpa mengurangi kualitas layanan kami,” ujarnya, Kamis, 19 Februari 2026.

Heny menyebut, bekerja sambil berpuasa tentu memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga stamina dan konsentrasi.

“Tantangan yang umum dirasakan itu penyesuaian stamina dan konsentrasi, terutama bagi pegawai yang memiliki beban kerja lapangan atau pelayanan langsung. Namun dapat diantisipasi saja dengan manajemen waktu dan pola hidup sehat,” ungkap Heny.

Untuk itu, Dinkes mengimbau seluruh pegawai agar tetap menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa.

Imbauan tersebut meliputi menjaga pola makan sahur dan berbuka dengan gizi seimbang, cukup istirahat, menjaga hidrasi, serta mengatur ritme kerja agar tetap produktif.

Heny juga membagikan beberapa langkah sederhana untuk menjaga stamina agar tetap fit selama bekerja seharian saat puasa.

“Harus mengonsumsi makanan bergizi seimbang waktu sahur dan berbuka, wajib perbanyak minum air putih pada malam hari, hindari makanan terlalu manis dan berlemak berlebihan, tidur cukup, dan tetap melakukan aktivitas fisik yang ringan,” jelasnya.

Selain aktivitas pekerjaan, selama Ramadan juga terdapat kegiatan keagamaan dan kebersamaan yang rutin dilakukan di lingkungan kantor, seperti salat Dzuhur berjamaah dan tadarus bersama.

Kegiatan ini bertujuan mempererat kebersamaan serta meningkatkan nilai spiritual selama Ramadan.

Di momentum bulan suci ini, Heny turut menyampaikan pesan kepada seluruh ASN agar tetap disiplin dan profesional dalam bekerja.

“Kami mengajak seluruh ASN untuk tetap menjaga integritas, disiplin, dan profesionalisme dalam bekerja. Ramadan justru menjadi momentum untuk meningkatkan etos kerja, kejujuran, serta pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia pun menyampaikan harapannya pada Ramadan tahun ini, baik untuk keluarga maupun pekerjaan.

“Harapan kami di bulan Ramadan tahun ini tentu yang pertama adalah agar kita semua diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa,” ucapnya.

Heny berharap Ramadan menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan keluarga, meningkatkan kualitas ibadah, serta menanamkan nilai kesabaran dan keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pekerjaan, ia pun berharap semangat Ramadan menjadi motivasi untuk bekerja lebih disiplin, jujur, dan profesional, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal dan bahkan semakin baik.

“Ramadan itu tidak boleh menjadi hambatan, tetapi justru menjadi penguat integritas dan etos kerja,” pungkas Heny.

Related posts

Dana Zakat dan CSR Perusahaan Besar Tak Masuk Kaltim, Baznas Ungkap Kendalanya

Andika

Layanan Makanan Fasilitas Kesehatan Masih Distop, Dinkes Tunggu Hasil Evaluasi

Andika

Naik Bus di Tepi Jalan, Kondisi Terminal Sungai Kunjang Ditinggalkan Penumpang

Andika

Leave a Comment

You cannot copy content of this page