Kukar, infosatu.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) sudah beberapa kali melakukan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM), ini sebagai persiapan untuk melaksanakan PTM.
Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Kukar Tulus Sutopo mengatakan bahwa kendala PTM bukan di sekolah karena waktu istirahat tidak akan digunakan. Melainkan kendalanya itu ada saat jam pulang sekolah.
“Kita tidak menggunakan waktu istirahat, mereka akan langsung kami pulangkan selama masa transisi ini. Sehingga sangat ketat di sekolah itu,” ungkapnya saat ditemui infosatu.co di ruang kerjanya, Senin (23/11/2020).
Lalu bagaimana kendala sebenarnya, ia mengungkapkan bahwa kendala pertama mungkin karena lambat dijemput orang tua.
“Sebenarnya anak-anak ini memiliki keinginan besar untuk sekolah bukan semata-mata untuk menimba ilmu, tapi kangen bertemu teman dan guru. Ini yang menjadikan kami seharusnya lebih ketat lagi, karena motivasi siswa ini terselubung,” jelasnya.
Oleh karena itu, selaku orang tua murid, guru, kepala sekolah dan Disdikbud sudah sepakat untuk mengantisipasi setelah sekolah itu harus bagaimana.
Kendala kedua yaitu bagi sekolah yang jauh atau terpencil. Ini akan berpengaruh negatif yang lebih besar ketika pembelajaran di sekolah telah selesai dan tidak langsung pulang ke rumah.
“Ada dua kemungkinan bagi mereka yang sekolah dengan jarak jauh dan daerah terpencil yaitu menunggu angkutan umum, kemudian bermain-main karena orang tuanya tidak ada di rumah,” paparnya.
Pada dasarnya, sekolah tidak diharapkan menjadi tempat penyebaran Covid-19. Namun sekolah itu justru menjadi tempat pembinaan. Ia yakin bahwa penyebaran bukan berasal dari sekolah, sebab untuk anak sekolah yang sakit tidak diperkenankan untuk masuk dan istirahat di rumah saja.
“Untuk orang tua bahwa saya berpesan jika kondisi pandemi saat PTM nanti, kami tidak memaksa ketika orang tua menyatakan tidak mengizinkan anaknya untuk tatap muka. Tidak ada hukuman, tidak ada sanksi apapun dan kita akan layani dengan guru kunjung,” katanya. (editor: irfan)
