infosatu.co
DISKOMINFO KALTIM

Gubernur Kaltim Tancap Gas, Sinyal Keras Percepatan Pembangunan

Teks: Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, (infosatu.co/Koko).

Samarinda, infosatu.co – Komitmen percepatan pembangunan kembali ditegaskan oleh Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud.

Ia menekankan arah pembangunan daerah tidak boleh berjalan biasa-biasa saja, melainkan harus melompat lebih cepat untuk menjawab tantangan zaman.

Rudy Mas’ud menyampaikan bahwa Kalimantan Timur saat ini berada di momentum penting, terutama dengan berbagai peluang strategis yang harus dimanfaatkan secara maksimal.

Ia menegaskan, seluruh perangkat daerah diminta bergerak selaras, tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Ini bukan lagi waktunya kerja standar. Kita harus berani akselerasi, berani ambil langkah strategis,” tegasnya, Selasa 31 Maret 2026.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari program yang berjalan, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Ia juga mengingatkan agar setiap kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat, bukan sekadar formalitas administratif.

Lebih lanjut, Rudy Mas’ud menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pusat, hingga sektor swasta.

Ia menilai, tanpa kolaborasi yang kuat, potensi besar Kalimantan Timur tidak akan optimal.

“Kalau kita kompak, peluang besar ini bisa jadi lompatan luar biasa. Tapi kalau jalan sendiri-sendiri, kita akan tertinggal,” ujarnya.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa kepemimpinan Rudy Mas’ud tidak ingin terjebak dalam ritme birokrasi yang lambat.

Ia mendorong seluruh jajaran untuk bekerja lebih progresif, responsif, dan berorientasi hasil.

Dengan tekanan dan dorongan tersebut, publik kini menanti. Sejauh mana langkah konkret pemerintah provinsi mampu menjawab tantangan sekaligus membawa Kalimanstan Timur melesat lebih cepat di panggung nasional.

Related posts

Pemprov Kaltim Akui Kekurangan Sosialisasi Pendidikan Gratispol, Call Center Disiapkan

Firda

1 Tahun Rudy–Seno, 159 Ribu Mahasiswa Terjangkau Program Gratis, Tapi Belum Sepenuhnya Bebas Biaya

Firda

Dana Terbatas, Pemprov Kaltim Dahulukan Kewajiban Ketimbang Bantuan Keuangan

Firda

You cannot copy content of this page