Samarinda, infosatu.co – Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menarik minat masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah membantu warga memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Idulfitri.
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (TPH) Kaltim, Fahmi Himawan, menyampaikan bahwa pihaknya berharap program ini benar-benar tepat guna dan tepat sasaran bagi masyarakat.
“Tentu kita berharap semua kegiatan kita tepat guna dan tepat sasaran. Jadi GPM ini memang bukan baru ini kita lakukan. Di Kaltim saja totalnya sudah 114 GPM yang dilaksanakan, baik oleh provinsi maupun kabupaten/kota,” ujarnya, Selasa, 17 Maret 2026 di Kantor Dinas Pangan TPH Kaltim.
Ia menjelaskan, setiap pelaksanaan GPM umumnya selalu dipadati masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut dirasakan langsung manfaatnya, terutama dalam menjaga keterjangkauan harga pangan pokok strategis.
“Biasanya memang selalu ramai dengan pembeli. Mereka merasa diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah untuk memastikan kebutuhan pangan pokok bisa terjangkau dengan harga di bawah harga eceran tertinggi (HET),” katanya.
Meski sempat khawatir minat masyarakat menurun karena fokus pengeluaran menjelang Lebaran tidak hanya pada pangan, tetapi juga kebutuhan sandang dan papan, Fahmi menyebut antusiasme warga tetap tinggi.
“Kalau kita lihat masih ramai. Walaupun kita berharap dalam satu hari ini bisa menarik pengunjung lebih banyak karena pasokan yang kita siapkan juga cukup banyak,” tambahnya.
Terkait anggaran, Fahmi menegaskan bahwa pelaksanaan GPM merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, tidak hanya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. (APBD).
“Kalau dari anggaran memang kita ada kolaborasi, ada APBD, juga melibatkan stakeholder lain seperti Bank Indonesia yang membantu fasilitas tenda, meja, kursi, dan kipas angin,” jelasnya.
Selain itu, sejumlah pelaku usaha pangan juga turut berkontribusi dalam kelancaran kegiatan, di antaranya Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Mahakam Berkah Sejahtera (MBS), Varia Niaga Samarinda, serta ID Food.
Menurutnya, persoalan pangan merupakan isu strategis yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga sektor usaha.
Dalam pelaksanaan GPM serentak, Pemprov Kaltim juga memantau kegiatan di seluruh daerah melalui sambungan virtual. Dari hasil pemantauan, antusiasme di daerah dinilai sangat baik.
“Sepuluh kabupaten/kota, sangat baik. Bahkan di beberapa lokasi langsung dihadiri pimpinan tertinggi. Dari Kutai Barat ada Pak Bupati, dari Berau Bupat Berau,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi komitmen para kepala daerah yang tetap aktif terlibat meski berada di tengah kesibukan menjelang Idulfitri.
“Ini luar biasa, di waktu kita sudah mendekati lebaran mereka masih menyempatkan diri untuk berdialog dan berdiskusi bersama pemerintah provinsi terkait stabilisasi pasokan dan harga pangan,” tutupnya.
Melalui kolaborasi berbagai pihak tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan GPM dapat terus menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan pangan tetap aman dan terjangkau bagi masyarakat Kaltim menjelang Idulfitri.
