infosatu.co
DISKOMINFO KALTIM

Gerakan Pangan Murah Dinas TPH Kaltim Jaga Stabilitas Harga Jelang Idulfitri

Teks: Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kaltim, Fahmi Himawan saat memberikan keterangan Pers (Infosatu.co/Firda)

Samarinda, infosatu.co – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (TPH) Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi salah satu langkah untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Teks: Resmi membuka gerakan pangan murah (GPM) (Infosatu.co/Firda)

Kepala Dinas Pangan TPH Kaltim, Fahmi Himawan, mengatakan kegiatan seperti ini memang rutin digelar setiap menjelang hari besar keagamaan nasional.

“Ini juga sebagai implementasi dari satgas pengendalian harga, mutu, dan keamanan pangan yang telah dibentuk di awal Januari kemarin yang merupakan amanah dari Badan Pangan Nasional (BPN),” jelas Fahmi.

Ia menilai kegiatan ini penting untuk menjaga keseimbangan harga sekaligus memastikan pasokan pangan tetap tersedia bagi masyarakat di Kaltim.

Melalui GPM, masyarakat juga dapat memperoleh berbagai bahan pangan strategis dengan harga yang lebih terjangkau.

“Ini juga menjadi media bertemunya antara produsen, para petani, peternak, Kelompok Tani (Poktan), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dan para pelaku usaha pangan dengan konsumen dengan harga yang terkendali di bawah harga eceran tertinggi,” ujarnya.

Fahmi menyebut, kegiatan serupa tidak hanya digelar di tingkat provinsi, tetapi juga dilaksanakan di sejumlah daerah di Kaltim.

“Hari ini ada enam kabupaten/kota yang juga melaksanakan GPM, selain provinsi. Ada Samarinda, Panajam Paser Utara (PPU), Paser, Kutai Timur (Kutim), Bontang, dan Kutai Barat (Kubar),” ungkapnya.

Berbagai komoditas pangan dijual dalam kegiatan tersebut, mulai dari sayur-mayur, ikan, daging ayam, daging sapi, hingga telur.

Teks: Warga berbelanja sayur-mayur dalam kegiatan GPM yang digelar Dinas Pangan TPH Kaltim (infosatu.co/Firda)

Ia berharap kegiatan tersebut dapat membuka akses bagi petani dan peternak untuk memasarkan hasil panen mereka langsung kepada masyarakat dengan harga yang masih bisa menguntungkan.

“Para petani kita bisa menjual langsung hasil produksi mereka dengan harga yang juga menguntungkan mereka, tetapi tidak melebihi harga eceran tertinggi. Jadi semuanya terkendali,” jelasnya.

Ia menegaskan seluruh produk pangan yang dijual dalam kegiatan tersebut dipastikan memenuhi standar keamanan pangan, sehingga aman dikonsumsi masyarakat.

“Kita pastikan apa yang dijual di sini itu produk yang aman, sehat, utuh, halal, dan juga terjamin keamanan pangannya,” pungkasnya.

Related posts

Koordinasi dengan Kemendagri dan BPK, Pembatalan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Masih Diproses

Firda

Ketua Tim Ahli Gubernur Kaltim Paparkan Fungsi Tim Ahli dalam Pembangunan Daerah

Firda

Porprov 2026 Terancam Mundur ke 2027, Mayoritas Daerah Terkendala Anggaran Atlet

Firda

You cannot copy content of this page