
Samarinda, infosatu.co – Anggota Fraksi Golkar DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Sayid Muziburrachman memaparkan rangkuman hasil reses masa sidang III DPRD Kaltim yang dihimpun dari 185 titik pertemuan di 10 kabupaten/kota.
Total 696 aspirasi masyarakat tercatat masuk, mayoritas terkait persoalan infrastruktur dasar, layanan publik, dan kebutuhan peningkatan layanan pendidikan serta kesehatan.
Dalam penyampaian laporan tersebut, Sayid menjelaskan bahwa berbagai aspirasi ini akan menjadi bahan penting dalam penyusunan program pembangunan Kaltim tahun 2025, termasuk sinkronisasi dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan dukungan dana bantuan keuangan provinsi.
Sayid menegaskan, bidang infrastruktur kembali menempati posisi pertama sebagai keluhan paling dominan. Warga masih mengeluhkan rusaknya sejumlah ruas jalan, kebutuhan perbaikan jembatan, peningkatan drainase, hingga pembangunan turap untuk mengatasi ancaman banjir.
“Keluhan tentang jalan rusak, perbaikan gorong-gorong, normalisasi sungai, hingga penanganan banjir hampir muncul di seluruh kabupaten/kota. Lampu penerangan jalan juga masih sangat dibutuhkan, terutama di wilayah padat penduduk dan daerah pinggiran,” jelasnya, Senin, 1 Desember 2025.
Aspirasi infrastruktur terbanyak datang dari Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), Kukar, Kutim, dan Berau.
Selanjutnya disusul dengan permasalahan air bersih yang hampir di seluruh wilayah. Banyak warga mengeluhkan distribusi air yang tidak lancar, kualitas air yang buruk, hingga kapasitas sumber air baku yang mulai menurun.
“Warga berharap PDAM dapat meningkatkan layanan distribusi air bersih. Banyak daerah meminta sumur bor, jaringan distribusi baru, hingga penampungan air sebagai alternatif,” terang Sayid.
Sejumlah daerah juga, terutama di Kutai Barat (Kubar) dan Kutai Timur (Kutim) meminta perluasan jaringan internet untuk mendukung pendidikan, komunikasi, dan pelayanan publik di wilayah yang masih blank spot.
Aspirasi di bidang pendidikan banyak menyinggung program Pendidikan Gratispol. Masyarakat meminta sosialisasi lebih rinci mengenai syarat dan mekanisme bantuan pendidikan dari jenjang SD hingga perguruan tinggi.
Selain itu, warga juga mengusulkan pembangunan sekolah baru, renovasi ruang kelas, penambahan fasilitas laboratorium, hingga penyediaan bahan ajar yang lebih memadai.
Dalam bidang kesehatan, warga menilai masih ada layanan yang belum maksimal, terutama terkait antrean pasien BPJS dan fasilitas kesehatan di daerah.
“Puskesmas dan rumah sakit di sejumlah daerah membutuhkan peningkatan sarana, alat kesehatan, serta fasilitas penunjang untuk memastikan pelayanan lebih merata,” ujar Sayid.
Bidang ekonomi juga mendapat perhatian. Warga meminta pemerintah memperkuat pemberdayaan UMKM melalui bantuan permodalan, pelatihan usaha, pendampingan pemasaran, dan pembukaan akses pasar yang lebih luas.
Di sektor pertanian, masyarakat membutuhkan perbaikan jalan usaha tani, bantuan benih unggul, alat pertanian, serta penguatan kelembagaan kelompok tani.
Pada peternakan, warga berharap bantuan bibit ternak, pakan, dan pengolahan pakan.
Sedangkan di perkebunan, masyarakat menyoroti pentingnya pendampingan intensif, peningkatan akses jalan kebun, bantuan bibit unggul, serta akses modal dan pasar bagi pekebun.
Sayid menegaskan bahwa seluruh aspirasi tersebut akan menjadi masukan untuk perencanaan pembangunan daerah.
“Masyarakat menitipkan harapan agar pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, memperluas layanan pendidikan dan kesehatan, serta memperkuat sektor pertanian dan UMKM,” pungkasnya.
