Samarinda, infosatu.co – Kesempatan itu datang tanpa direncanakan. Di tengah jeda siang, sebuah unggahan lomba fotografi yang melintas di Instagram mengusik perhatian Muhammad Nur Abdi.
Hari itu adalah batas akhir pendaftaran. Tanpa ekspektasi besar, wartawan sekaligus fotografer Media Sukri Indonesia (MSI) Group itu memutuskan ikut serta, sekadar mencoba peruntungan.
Keputusan diambil cepat. Abdi meminjam kamera kantor dan langsung turun ke jalan. Tidak ada konsep matang atau persiapan panjang.
Ia memilih subjek yang dekat dengan keseharian kota yaitu kucing-kucing jalanan yang kerap berlalu tanpa disadari. Momen sederhana itu ia abadikan, lalu dikirimkan sebagai karya lomba.
Abdi memang bukan pemilik kamera pribadi. Ia juga tidak memelihara kucing. Namun ketertarikan personal menjadi alasan utama ia memberanikan diri. Baginya, ketertarikan cukup untuk menjadi pijakan awal sebuah karya.
“Ya, saya memang tidak memiliki kucing. Kamera yang digunakan juga bukan milik pribadi, tetapi karena saya senang dengan kucing, saya pun mencoba untuk mendaftar,” ujar Abdi, Kamis 15 Januari 2026.
Lomba fotografi daring tersebut digelar Nusantara Gambar dan diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah. Proses seleksi dilakukan bertahap melalui sejumlah gelombang.
Abdi tercatat sebagai peserta pada gelombang kesebelas, salah satu gelombang dengan persaingan yang cukup ketat.
Hasilnya melampaui dugaan. Karyanya terpilih masuk sepuluh besar finalis. Bukan hanya di tingkat gelombang, tetapi juga menempatkan namanya dalam daftar finalis nasional dari keseluruhan gelombang yang telah digelar.
“Alhamdulillah, saya bisa lolos. Sebenarnya tidak menyangka apalagi ini tingkat nasional. Mungkin karena saya memang sejak awal suka kucing sehingga foto saya bisa dinikmati oleh para pecinta kucing yang memberikan vote,” kata remaja asal Sangatta itu.
Hingga kini, proses penilaian masih berlangsung. Panitia menyebutkan pengumuman pemenang akan disampaikan dalam beberapa bulan mendatang.
Total hadiah yang disiapkan mencapai puluhan juta rupiah, menjadikan lomba ini salah satu ajang fotografi daring dengan partisipasi tinggi.
Bagi Abdi, capaian tersebut bukan sekadar soal kompetisi atau hadiah.
Dari keputusan spontan yang dipicu unggahan media sosial, langkah kecilnya berkembang menjadi pengalaman profesional yang membawa namanya, sekaligus MSI Group, ke panggung nasional.
Sebuah perjalanan yang bermula dari ketertarikan sederhana dan keberanian untuk mencoba.
