infosatu.co
KALTIM

Fokus Kaltim Bantah Larang Demonstrasi, Usai Viral soal Penolakan Aksi yang Ganggu Ketertiban

Teks: Wakil Ketua Forum Kalimantan Timur Sehat, Gulman, saat memberikan klarifikasi terkait video pernyataan sikap beberapa waktu lalu. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, infosatu.co – Sebuah video pernyataan dari Ketua Umum Forum Kalimantan Timur Sehat (Fokus) Muhammad Nasir, beredar luas di masyarakat menjelang rencana aksi sejumlah elemen pada 21 April 2026.

Dalam video tersebut, Nasir menyampaikan imbauan kepada keluarga besar Fokus serta masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menjaga situasi daerah tetap aman dan kondusif.

Ia juga mengajak masyarakat menolak berbagai tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di daerah.

“Menjaga kedamaian dan keamanan di Kaltim, menolak segala bentuk aksi yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan, serta mendukung upaya pemerintah Kaltim dalam menjaga stabilitas dan kemajuan daerah,” ujar Nasir dalam video yang beredar tersebut.

Namun, pernyataan tersebut memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Sebagian pihak menilai imbauan tersebut sebagai upaya menjaga stabilitas daerah.

Sementara yang lain mengkritik sikap organisasi tersebut karena dianggap seolah menolak rencana aksi demonstrasi yang akan digelar oleh sejumlah kelompok masyarakat.

Menanggapi berbagai respons tersebut, Wakil Ketua Fokus Kaltim Gulman memberikan klarifikasi pernyataan tersebut tidak dimaksudkan untuk melarang masyarakat menyampaikan aspirasi.

Menurutnya, demonstrasi merupakan bagian dari hak demokrasi warga negara yang dijamin oleh undang-undang, selama dilaksanakan secara tertib dan sesuai aturan yang berlaku.

“Saya rasa kalau saudara-saudara kita ingin memberikan aspirasi kepada pemerintah Kalimantan Timur, itu sah-sah saja. Itu bagian dari hak demokrasi dan dilindungi undang-undang,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikan saat ditemui usai menghadiri undangan Organisasi Masyarakat (Ormas) di Kantor Olah Bebaya Gubernur Kaltim, Senin 13 April 2026.

Meski demikian, ia mengimbau kepada anggota Fokus serta Komunitas Jaringan Sehat (KJS) Kaltim, organisasi yang berada di bawah naungan yang sama agar tidak terpancing dalam situasi yang berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban ketika aksi berlangsung.

Menurutnya, kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi selama disampaikan secara konstruktif.

“Oleh karena itu kami mengajak teman-teman, khususnya anggota Fokus dan KJS, supaya tidak terpancing ketika teman-teman kita memberikan aspirasinya,” katanya.

“Ini bagian dari bagaimana memberikan kritik kepada pemerintah agar kinerjanya bisa lebih baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gulman juga menuturkan imbauan yang disampaikan organisasi tersebut hanya ditujukan agar anggota tidak terlibat dalam situasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Ia menegaskan Fokus tidak menolak aksi demonstrasi selama dilaksanakan dalam koridor hukum yang berlaku.

“Masalah hak demokrasi untuk menyampaikan aspirasi, kami sangat mendukung selama tetap dalam koridor aturan yang sudah diatur dalam negara kita,” ujarnya.

Pihaknya juga menyatakan pada rencana aksi 21 April mendatang, Fokus maupun KJS Kaltim tidak akan turut turun ke lapangan.

Menurutnya, organisasi tersebut memilih untuk menghormati dan menyimak aspirasi masyarakat yang akan disampaikan dalam aksi tersebut.

“Untuk tanggal 21 itu Fokus dan KJS tidak akan turun. Kami bersama pengurus akan menyimak bagaimana aspirasi yang disampaikan oleh saudara-saudara kita. Kita hormati dan kita hargai,” pungkasnya.

Related posts

Kesbangpol Kaltim Bantah Pertemuan Ormas Terkait Aksi 21 April, Sebut Murni Silaturahmi

Rizki

Kisruh Pemkot Samarinda-Pemprov Kaltim, HPN Kaltim Nyatakan Siap Fasilitasi Pertemuan

Rizki

Bangun Sekretariat dan Yayasan, Ridwan Tassa Siap Bawa KKSS Kaltim Lebih Baik

Rizki