Samarinda, infosatu.co – Di balik kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), tersimpan strategi efisiensi besar-besaran.
Mulai dari penghematan listrik hingga rencana pemangkasan perjalanan dinas hingga 50 persen.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, memastikan skema kerja fleksibel tersebut telah lebih dulu diuji saat Ramadan. Dari evaluasi, efektivitas jam kerja dinilai rendah, terutama pada hari Jumat.
“Kalau masuk kerja hari Jumat jam 8, pulangnya jam 11, bahkan sebagian kurang dari jam 11, itu tidak efektif,” ujarnya, Senin, 6 April 2026 di ruang Ruhui Rahayu Gubernur Kaltim.
Berdasarkan evaluasi itu, Pemprov mulai menerapkan WFH untuk menekan biaya operasional, mencakup bahan bakar, konsumsi, listrik, hingga penggunaan pendingin ruangan.
Rudy menegaskan, berkurangnya aktivitas kantor otomatis menekan penggunaan barang konsumabel. Selain itu, kegiatan yang tidak mendesak juga dibatasi, termasuk pemeliharaan kendaraan dinas.
“Untuk barang-barang konsumabel ini bisa kita kurangi kegiatan-kegiatannya,” katanya.
Dampaknya mulai terasa, terutama pada mobilitas pemerintahan. Perjalanan dinas disebut mengalami penurunan signifikan seiring berkurangnya aktivitas tatap muka.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menyebut kebijakan ini berdampak langsung pada efisiensi anggaran, khususnya sektor energi.
Ia mengungkapkan, penggunaan lampu LED turut menekan biaya listrik secara drastis.
“Kita beberapa tahun ini sudah ada penurunan biaya listrik. Dari bayar miliaran, sekarang tinggal ratusan juta,” jelasnya.
Menurutnya, penutupan kantor setiap Jumat melalui skema WFH akan semakin memperkuat efisiensi tersebut. Pemprov juga rutin melakukan pelaporan bulanan untuk memantau penggunaan listrik dan bahan bakar.
Selain itu, perjalanan dinas masih dalam tahap rasionalisasi dengan potensi pengurangan cukup besar. “Rasionalisasi mungkin bisa sampai 30 sampai 50 persen,” pungkasnya.
Kebijakan ini diharapkan mampu menekan anggaran tanpa mengganggu kinerja pemerintahan.
