infosatu.co
POLITIK

DPRD Kota Samarinda: Inilah Hasil Reses, Infrastruktur dan Keluhan Air Bersih

Teks: Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arif Kurniawan.

Samarinda, infosatu.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) menyampaikan laporan kegiatan hasil reses masa persidangan III tahun 2025.

Setiap anggota dewan dari berbagai Daerah Pemilihan (Dapil) melaporkan aspirasi masyarakat yang dihimpun sejak April 2025.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arif Kurniawan mengungkapkan bahwa sejumlah persoalan dasar, seperti infrastruktur masih menjadi keluhan utama masyarakat.

“Yang paling banyak disampaikan masyarakat adalah soal infrastruktur. Mulai dari jalan gang yang belum disemenisasi hingga parit yang belum tertata sehingga menyebabkan genangan dan banjir di beberapa titik,” ujarnya pada Rabu, 10 Desember 2025.

Selain soal jalan dan drainase, distribusi air bersih juga menjadi sorotan.

Menurutnya, kepadatan penduduk baru di beberapa kawasan membuat debit air yang sebelumnya lancar kini melemah.

“Pemukiman makin padat, sementara pipanya tetap. Debit air jadi berkurang, apalagi banyak yang pakai pompa alkon. Warga meminta pemasangan pipa skunder untuk memperbaiki aliran,” katanya.

Aspirasi lain yang juga mengemuka adalah kebutuhan lampu penerangan jalan, terutama di jalur menuju rumah ibadah.

Meskipun kondisi keamanan relatif terkendali, masyarakat tetap meminta perhatian terhadap penguatan penerangan di wilayah yang dinilai masih minim.

Arif menjelaskan bahwa seluruh hasil reses telah didokumentasikan, mulai dari absensi, foto kegiatan, hingga poin-poin aspirasi warga yang selanjutnya akan menjadi dokumen resmi sebagai bahan pertimbangan anggaran tahun berikutnya.

“Semua laporan itu kami serahkan ke pimpinan DPRD yang selanjutnya menjadi dokumen resmi dan bahan pertimbangan penyusunan anggaran ke depan,” jelasnya.

Terkait harapan masyarakat setelah laporan disampaikan dalam rapat paripurna internal, ia menegaskan perlunya pemahaman bersama mengenai kondisi fiskal daerah.

“Ekspektasi warga memang tinggi, tapi kami harus fair. Ada efisiensi dari pusat, sehingga mungkin ada usulan yang tertunda. Kami hanya berharap Pemkot jeli dan memberi perhatian pada kebutuhan dasar seperti infrastruktur dan jaringan air bersih,” tegasnya.

Laporan reses tersebut selanjutnya akan dibahas dalam internal DPRD sebelum diteruskan kepada pemerintah kota sebagai bahan sinkronisasi program pembangunan tahun berikutnya.

 

Related posts

Kaesang Yakini PSI akan Jadi Partai Besar, Seluruh Kader Harus Konsisten

Dewi

MK Akhiri Pemilu 5 Kotak Suara, Partai Memilih Menunggu Regulasi Turunan

Firda

Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Vita Suci Rahayu: Perempuan Punya Peran Strategis dalam Demokrasi

Zainal Abidin

You cannot copy content of this page