infosatu.co
Advetorial

Diskop UKM Kukar Dorong Pemanfaatan Tanaman Endemik

Pelaku usaha ukm "teaWai teh Bawang Dayak" Resti Novitasari saat dalam keterangan persnya di Kantor DiskopUKM Kukar Selasa (24/11/2020). (foto: Alawi)

Kukar, infosatu.co – Bawang dayak yang memiliki nama latin Eleutherine palmifolia merupakan tanaman endemik kalimantan. Sejak dulu dikenal sebagai minuman herbal.

Adalah Resti Novitaria pelaku UMKM binaan Dinas Koperasi (Diskop) dan UKM Kukar berhasil mengembangkan menjadi teh. Produknya tersebut di beri lebel Teh TeaWai.

“Ide awal sih kami ingin memberikan manfaat kepada orang lain. Kalau kita untuk usaha tidak untuk diri sendiri tapi kepada orang, kepada petani atau lingkungan dan konsumen. Petani untung, konsumen juga dapat mengambil manfaat,” ungkap Resty kepada infosatu.co Selasa (24/11/2020).

Teh TeaWai produk binaan UMKM binaan Dinas Koperasi (Diskop) dan UKM Kukar.

Sebelumnya, petani bawang dayak ini hanya dipotong tipis-tipis akar bawang dan merebusnya hingga mendidih. Setelah itu dapat disaring untuk untuk mengambil air rebusannya dan siap untk diminum. Sejak 2017, Dia berpikir untuk mengembangkan potensi tanaman endemik kalimantan ini.

“Alhamdullah kami dapat mengembangkan bawang dayak ini menjadi nilai lebih ekonomis. Uniknya mas, bawang dayak ini memiliki manfaat mulai dari akar, batang hingga daun. Namun memiliki kandungan dan senyawa yang berbeda,” kata Resty.

Resty menambahkan, bahan baku tidaklah mengalami kendala. Dia dan suami membina petani bawang dayak hingga tiga kecamatan.

“Alhamdulillah, untuk bahan baku kami tidak kekuragan. Kami bekerja sama dengan petani bawang dayak, di mana kami mengajak sebanyak 17 KK petani bawang dayak yang tersebar di beberapa kecamatan wilayah Kukar yaitu Kecamatan Tenggarong, Tenggarong Seberang dan Sebulu,” ungkapnya.

Resty mengatakan, TeaWai menghadirkan banyak manfaat untuk kesehatan. Produk herbal halal tersebut berbasis manufaktur pertanian, berbahan original dari nativie plants bawang dayak yang bermanfaat sebagai meringankan kanker, hipertensi, tumor, maag, jantung hingga hepatitis.

Menurutnya, produknya sudah memiliki varian rasa seperti green tea. Ke depannya ia akan mengembangkan lima varian rasa lagi.

“Dengan harga Rp 25.000 per bungkus dan produk tersebut bisa dibeli melalui media online, seperti whats app bisa mengunjugi melalui facebook yaitu TeaWai, atau melalui instagram yaitu Teh TeaWai,” tuturnya.

Untuk pemasaran produk tersebut telah mencapai luar daerah seperti di Pulau Jawa. Dirinya juga membuka kepada siapa saja untuk menjadi reseller. Selain itu dia juga menggunakan pemasaran di dalam kota bisa dibeli di mini market.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Diskop dan UKM yang telah membina kami. Harapan kami mudahan masyarakat makin banyak mengenal Teh TeaWai, karena berbahan tradisional asli kukar dan khasiatnya luar biasa,” ucapnya. (editor: irfan)

Related posts

Ely Hartati Keluhkan Bankeu Untuk Kukar Sangat Kecil

Martinus

Kukar Siap Jaga Eksistensi Hutan di Luar Kawasan

Martinus

Inflasi di Kukar Sentuh Angka 5,81 Persen, Pemkab Kukar Percepat Proses Penyaluran BTT

Martinus

You cannot copy content of this page