infosatu.co
Samarinda

Digitalisasi Parkir di Teras Samarinda, Dishub Minta Masyarakat Mulai Terbiasa Cashless

Teks: Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu saat memberikan keterangan pers (Infosatu.co/Firda)

Samarinda, infosatu.co — Praktik pembayaran parkir secara tunai masih ditemukan di kawasan Teras Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Hal tersebut terjadi karena sebagian masyarakat dinilai belum terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan bahwa pengelolaan parkir di Teras Samarinda dikelola oleh Perusahaan Daerah (Perusda) Varian Niaga.

Ia menyebutkan bahwa secara sistem, pengelola sebenarnya telah menerapkan parkir berbasis gate system yang mendukung pembayaran non-tunai.

Menurutnya, masih adanya pembayaran tunai kemungkinan disebabkan sebagian masyarakat yang belum familiar dengan sistem digital.

Ia menilai kondisi ini serupa dengan kebiasaan masyarakat saat menggunakan jalan tol yang juga telah menerapkan transaksi non-tunai.

Manalu menambahkan, pengelola sebenarnya dapat menerapkan kebijakan seperti yang berlaku di Pasar Pagi atau pusat perbelanjaan, yakni tetap menerima pembayaran tunai namun dikenakan tarif parkir maksimal.

“Varian Niaga mungkin bisa menerapkan seperti di Pasar Pagi atau mal-mal yang masih menerima cash, berarti dikenakan parkir maksimal,” katanya, Jumat, 6 Februari 2026.

Namun demikian, ia menduga pihak pengelola memiliki pertimbangan tersendiri sehingga belum menerapkan kebijakan tersebut secara penuh.

“Tapi mungkin pertimbangan dari Varian Niaga tidak menjalankan itu, takutnya nanti mereka parkir lagi di seberang teras Samarinda. Sekarang kan sudah agak berkurang,” jelasnya.

Menanggapi keluhan masyarakat, terutama dari kalangan orang tua yang merasa kesulitan menggunakan sistem cashless, Manalu menilai masyarakat perlu mulai beradaptasi dengan pembayaran digital.

“Kalau saran saya ya sudah harus terbiasa. Kalau tidak dari sekarang kita membiasakan itu, kapan lagi?” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa digitalisasi justru bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam bertransaksi.

“Digitalisasi itu mempermudah, bukan mempersulit. Siapa sih yang sekarang, orang tua pun sudah memegang handphone Android. Tinggal diajarkan bagaimana pakai Dana, GoPay, atau mobile banking,” pungkasnya.

Related posts

Inspektorat Samarinda Dalami Laporan Pedagang soal Dugaan Maladministrasi Penetapan Kios Pasar Pagi

Firda

Dishub Samarinda: Parkir Sembarangan Picu Munculnya Jukir Liar

Firda

Bapenda Samarinda Awasi Sistem Parkir Pajak, Pembayaran Tunai Diminta Dilaporkan

Firda

You cannot copy content of this page